Tuesday, 22 September 2020


Dari AWR, Kepala BPPSDMP Motivasi Penyuluh dan Petani Tetap Produktif Meski Wabah Covid 19

20 Mar 2020, 10:30 WIBEditor : Yulianto

Sosialisasi Covid 19 di AWR | Sumber Foto:Julian

Untuk mencegah penyebaran Covid 19, Prof. Dedi meminta penyuluh yang tersebar di pelosok tanah air mengikuti kebijakan pemerintah daerah masing-masing, terutama adanya kebijakan bekerja di rumah

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Upaya pencegahan terhadap penyebaran virus Corona atau Covid 19 terus dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satunya oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi melalui Agriculture War Room (AWR) yang menyapa Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).

Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya berkepentingan besar terhadap masalah covid 19 ini, karena sebagian besar masyarakat adalah petani. "Sosialisasi covid 19 ini ditujukan untuk Kostratani. Kostratani intinya pusat gerakan pembangunan pertanian di kecamatan," katanya pada acara Menteri Pertanian Menyapa Petani dan Penyuluh, di ruang AWR, Jumat (20/3).

Untuk mencegah penyebaran Covid 19, Prof. Dedi meminta penyuluh yang tersebar di pelosok tanah air mengikuti kebijakan pemerintah daerah masing-masing, terutama adanya kebijakan bekerja di rumah. Namun demikian, penyuluh pertanian harus tetap bekerja secara produktif menyesuaikan kebijakan pemerintah daerah. “Hanya saja untuk kegiatan yang sifatnya kerumunan dan mengundang orang banyak untuk dikurangi. Tapi untuk kunjungan ke petani saya rasa lebih aman,” ujarnya.

Namun jika tidak memungkinkan untuk kunjungan langsung ke petani, Dedi meminta, kegiatan penyuluhan bisa dilakukan secara online sistem. Apalagi kini banyak petani yang telah memiliki handphone berbasis android. “Penyuluhan bisa dilakukan di Kostratani melalui teleconference atau WA. Jadi Kostratani bisa diefektifkan, karena itu adalah inti pembangunan pertanian,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dedi juga meminta penyuluh untuk memberikan penjelasan kepada petani cara pencegahan Covid 19. Misalnya, jika daerahnya tengah panen, maka sebaiknya  menggunakan combine harvester. Tapi jika panen masih manual, agar jarak petani diatur paling tidak 1,5 meter. "Jadi kurangi kegiatan yang bersifat kerumunan, termasuk acara kendurkan," ujarnya.

Jika tidak memungkinkan untuk kunjungan langsung ke petani, Dedi meminta, kegiatan penyuluhan bisa dilakukan secara online sistem. Apalagi kini banyak petani yang telah memiliki handphone berbasis android.

Dengan kondisi saat ini Dedi juga memotivasi agar penyuluh mendorong petani untuk bisa menghasilkan produk ekspor. Apalagi kini nilai dollar AS cukup tinggi, sehingga menjadi kesempatan baik bagi petani untuk mendapatkan keuntungan.

Di sisi lain, Dedi yakin untuk wilayah pedesaan sebagai sentra pertanian lebih cenderung aman dari wabah Corona atau berada di zona hijau. Pasalnya, sangat jarang mendapat kunjungan dari orang luar, terutama warga asing. “Jadi mulai sekarang saya minta untuk mengurangi dulu perjalanan ke luar kota,” ujarnya.

Sementara itu kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani, Dedi juga meminta untuk tetap menggenjot produksi pertanian. “Jangan ada sejengkal lahan pun tak tertanam. Artinya tiap habis panen, tanam lagi. Dimana pun tanam, tanam dan tanam. Itu yang harus kita lakukan,” tegasnya.

Untuk itu menurut Dedi, peran penyuluh sangat penting dalam membimbing petani agar bisa menghasilkan produksi dengan baik. Bagaimana petani menerapkan Good Agriculture Practices (GAP), gunakan pupuk berimbang, mekanisasi pertanian dan pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan.

Di sisi lain, Dedi yakin untuk wilayah pedesaan sebagai sentra pertanian lebih cenderung aman dari wabah Corona atau berada di zona hijau. "Jadi kita ikuti surat edaran Pemda, karena mereka sangat paham.  Intinya ikuti, tapi aktifitas tidak boleh berhenti. Kalau ada kerumunan sebaiknya hindari," tegasnya.

Kementerian Pertanian sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Sekjen Kementerian Pertanian No. 1056/SE/RC.10/03/2020 tentang Strategi Dalam Pencegahan dan Perlindungan Covid 19. Pertama, penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagung bagi 267 juta masyarakat Indonesia. Kedua, percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi.

Ketiga, sosialisasi kepada petani dan petugas lapangan (PPL dan POPT) untuk pencegahan berkembangnya virus Corona sebagaimana standar WHO dan pemerintah. Keempat, pembuatan dan pengembangan pasar tani di setiap provinsi, optimasi pangan lokal, koordinasi infrastruktur logistik dan e-marketing. Kelima, program kegiatan padat karya agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat langsung menerima dana tunai.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018