Saturday, 06 June 2020


22.424 Petani Penggarap dan Buruh Tani Kediri Terdata Kementan, Siap Dukung Kostratani

01 Apr 2020, 10:49 WIBEditor : Ahmad Soim

Petani penggarap dan buruh tani di Kediri | Sumber Foto:Dok

TABLOIDSINARTANI.COM - Sebagai antisipasi dampak virus corona (covid-19), Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Kediri melakukan identifikasi potensi sumberdaya manusia. 

Sampai dengan 31 Maret 2020, teridentifikasi sebanyak 22.424 petani penggarap dan buruh tani  yang menyebar di 25 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di kabupaten Kediri Jawa Timur.

Hasil identifikasi potensi sumberdaya manusia ini dimaksudkan untuk antisipasi dampak dari wabah virus korona (covid -19) yang sedang menjadi pademi di Indonesia, sekaligus untuk memberikan dukungan dalam penguatan kelembagaan BPP sebagai Kostrataani. 

Identifikasi petani ini salah satunya menjawab program yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.  Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan pendataan petani penggarap dan buruh tani sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai sasaran penerima bantuan cash program sektor pertanian.

Salah satu tujuan pembangunan pertanian lanjutnya adalah  menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia, untuk itu kegiatan pertanian tidak boleh berhenti di tengah pademi global covid-19 saat ini.

Lahan pertanian umumnya berada di zona hijau (aman) dimana sinar matahari di lahan pertanian berlimpah. Sinar matahari (ultraviolet) inilah yang membuat covid-19 tidak aktif.  Peran penyuluh harus tetap berlangsung untuk mendampingi petani guna  mewujudkan ketersediaan pangan secara nasional .

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian RI Syarul Yasin Limpo  menghimbau SDM pertanian untuk tetap bekerja di lahan pertanian dengan semangat, melaksanakan seruan pemerintah dengan jaga jarak (social distance),  menghindari kerumunan banyak orang, sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, rajin mengkonsumsi produk empon-empon (herbal) seperti wedang uwuh, jahe, kunir asem, beras kencur, dan lain-lain yang secara klinis dapat melawan covid-19.

Hal senada disampaikan oleh Kepala BPPSDMP,  para penyuluh untuk mendorong petani tetap produktif dalam upaya penyediaan pangan dan memanfaatkan jejaring KOSTRATANI/ KOSTRADA/KOSTRAWIL/ KOSTRATANAS melalui AWR, AOR,  membuat media informasi online interaktif melalui Cyber Extension dan Social Media terkait langkah praktis antisipasi COVID-19.

Sistem tersebut dimaksudkan untuk mendukung kinerja petani penggarap dan buruh tani untuk tetap bekerja di sawah dan penguatan BPP sebagai Kostratani di tingkat kecamatan melalui identifikasi potensi sumber daya manusia pertanian oleh penyuluh. Ayo Genjot Produksi Pertanian.

Reporter : BGN
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018