Saturday, 06 June 2020


Untuk Apa, Penyuluh Seluruh Indonesia Data Penggarap dan Buruh Tani di Saat Wabah Covid-19

01 Apr 2020, 15:38 WIBEditor : Ahmad Soim

Penyuluh Aceh mendata petani dengan berbagai cara | Sumber Foto:Dok

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Para Penyuluh Pertanian seluruh Indonesia bergerak mendata petani penggarap dan buruh tani. Data ini diperlukan karena saat wabah Covid-19 petani  terdampak langsung kehidupan ekonominya. Data ini juga diperlukan untuk menetapkan prioritas pembangunan pertanian di setiap wilayah kecamatan.

 Penyuluh pertanian  juga tetap melakukan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dalam menggerakkan pelaku utama agar terus menyediakan pangan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), karena tugas Kementan  panganadalah menyiapkan bagi 267 penduduk Indonesia. 

Sejak tahun 2019, Badan  Penyuluhan dan Pengembangan SDM Petanian (BPPSDMP) meluncurkan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratan) untuk mewujudkan arahan Mentan tersebut.

Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi dalam berbagai arahannya menegaskan bahwa Kostratan tidak lain adalah gerakan mengoptimalkan peran dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam melaksanakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan yang biasa dikenal dengan Kostratani. Ini artinya bahwa kegiatan pembangunan pertanian berpusat di BPP, sedangkan BPP adalah rumah kerja penyuluh dan petugas pertanian lainnya. 

Peran BPP sebagai Kostratani yang mendasar yakni sebagai pusat data dan informasi pertanian di tingkat kecamatan. Saat ini, di tengah kondisi masyarakat sedang terjangkit wabah virus corona, penyuluh pertanian di seluruh Indonesia jelas  Dedi Nursyamsi tetap aktif melakukan pendataan buruh tani dan petani penggarap di bawak koordinasi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Dr Leli Nuryati. 

Tidak terkecuali Provinsi Aceh. Penyuluh Pertanian Aceh berkomitmen siap melakukan tugas pendataan buruh tani dan pendataan petani penggarap di tengah mewabahnya pandemi Covid 19. Tentu saja mereka melaksanakannya dengan tetap menjaga protokol pencegahan Covid-19 sebagaimana dianjurkan oleh Kementerian Pertanian seperti tetap menjaga jarak antar personal (social distancing), mengenakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun ataau hand sanitizer. Penyuluh pertanian di berbagai pelosok Aceh, sebut saja penyuluh dari Kostratani Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan Talyani SP, Ninik Erlina, SP, Samsiar, Ayubsyah, giat dan bersemangat melakukan pendataan terhadap petani penggarap dan buruh tani.

Dalam situasi saat ini, buruh tani dan petani penggarap merasakan langsung dampak penurunan nilai tukar petani (NTP) karena penurunan daya beli akibat wabah virus corona. Nilai tukar petani (NTP) merupakan alat ukur tingkat kesejahteraan petani. Semakin besar surplusnya, maka kesejahteraan petani juga meningkat. Salah satu penyebab turunnya NTP adalah berkurangya indeks harga hasil produksi pertanian. Mudahnya hasil jual pertanian yang didapat berkurang, sehingga penerimaan terpangkas, yang disebabkan oleh turunnya harga, maupun turunnya volume penjualan.

Data ini nantinya akan melengkapi data sumberdaya manusia pertanian yang akan menjadi prioritas bantuan Kementerian Pertanian bersama Kementerian Sosial dalam kerangka upaya antisipasi wabah nasional akibat berjangkitnya Virus Corona.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018