Wednesday, 10 August 2022


Petani Padi Jakarta Tetap Tanam Meski Pandemi Covid-19-nya Tertinggi

15 Apr 2020, 10:31 WIBEditor : Ahmad Soim

Tanam Padi di Jakarta | Sumber Foto:Dok

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA - DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kasus tertinggi pasien positif Covid-19, namun hal itu tak menyurutkan langkah petani Rorotan di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara untuk tetap turun ke sawah seluas 363 hektar di Kelurahan Rorotan.

Mereka mematuhi seruan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo untuk tetap ke sawah demi kebutuhan pangan rakyat. Asalkan tidak mengabaikan Protokol Kesehatan WHO. Kenakan masker. Jaga jarak. Hindari kerumunan. Cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan istirahat cukup.

"Kalau pun besok kiamat, hanya petani yang setia pada profesinya," puji Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi bagi petani, pertengahan Maret lalu.

Ada delapan kelompok tani [Poktan] menggarap sawah seluas 363 hektar di Rorotan. Bernaung di bawah satu gabungan kelompok tani (Gapoktan) yakni Gapoktan Rorotan Jaya. Pendamping petani saat ini adalah Affandi Raffandi, penyuluh pertanian BPTP DKI Jakarta dan Hendriyanto, penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Utara.

Lahan pertanian Rorotan seluas 363 hektar merupakan kawasan pertanian di ibukota. Berdasarkan identifikasi indeks pertanaman (IP) oleh tim Peningkatan IP dari BPTP Jakarta, teridentifikasi masih IP200 dan sebagian besar merupakan lahan sawah irigasi setengah teknis.

Varietas yang ditanam petani Rorotan bervariasi seperti Inpari 30 dan 32, Ciherang dan varietas lokal. Saat ini juga dilakukan penanaman benih padi baru, Inpari IR Nutri Zinc yang merupakan varietas unggulan baru Kementerian Pertanian RI.

Hendriyanto mengatakan varietas Inpari IR Nutri Zinc mempunyai keunggulan pada tekstur nasi pulen dan potensi hasil 9,98 ton gabah kering giling  per hektar, sementara produktivitas padi lokal enam ton per hektar.

Menurutnya biasanya petani langsung menjual hasil panen padi untuk konsumsi ke pedagang, karena keterbatasan lahan pengeringan di Jakarta di kisaran Rp3.500 hingga Rp4.500 per kg tergantung kualitas dan masa panennya. 

Selain menanam padi untuk konsumsi, petani Rorotan juga melakukan penangkaran benih oleh petani penangkar dari Poktan Tani Maju dan Maju Bersama. 

Menurut Affan Raffandi, varietas yang ditanam adalah  Inpari IR Nutri Zink seluas satu hektar, Inpari 32 seluas empat hektar. Hasil panennya akan didaftarkan menjadi benih dasar.

"Harapan petani Rorotan dari kegiatan penangkaran padi, ketersediaan benih di Poktan Tani Maju dan Poktan Maju Bersama serta Poktan lain di wilayah Cilincing tetap terpenuhi serta menjadi sumber benih untuk lahan pertanian di Jakarta," kata Affandi Raffandi melalui pernyataan tertulis yang dihimpun Pusat Penyuluhan Pertanian.

Penanaman dilakukan serentak untuk meminiminalisir serangan hama. Harapannya, kekhawatiran pangan langka di tengah pandemi Covid-19 mampu ditangkal dengan usaha tani berkelanjutan.

Reporter : Liene
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018