Friday, 25 September 2020


Masuki Musim Tanam, Petani Bondowoso Dilatih Persemaian Tertutup

24 Apr 2020, 11:45 WIBEditor : Yulianto

Penyuluh mempersiapkan pelatihan persemaian tertutup | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Petani di sentra-sentra pangan kini tengah melaksanakan panen. Setelah itu, petani kembali bersiap untuk memasuki masa tanam selanjutnya.

Tak terkecuali, petani di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur yang pada April hingga Mei melakukan panen. Petani juga dan akan melaksanakan jadwal tanam untuk Musim Kemarau I (pertama) di tahuan 2020.

“Petani di Desa Pekalangan dengan luas baku sawah sekitar 191 ha, saat ini sebagian besar melakukan persiapan dan tanam di musim ini,” kata penyuluh THL di Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Dwi Mulyono

Untuk membantu persiapan musim tanam, Dwi Mulyono akan membimbing petani agar bisa mendapatkan bibit padi dengan waktu persemaian cepat (umur 10-15 hari siap tanam). Selain itu, bibit juga sehat terlindungai dari hama penyakit, sehingga ketika pindah tanam tidak banyak mengalami kendala. “Saya sudah menyiapkan pelatihan persemaian tertutup,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Tanai Jaya II, Desa Pekalangan, Abdul Basid menyampaikan, teknologi persemaian tertutup ini sangat cocok bagi petani, karena praktis. Saat pencabutan (persiapan tanam) lebih hemat, tidak banyak memerlukan tenaga kerja untuk mencabut.

Sementara itu penyuluh BPP Tangsil, Chuk Sunardi menambahkan, dalam pelatihan ke petani nanti, penyuluh tetap memegang prinsip jaga jarak terhadap jumlah peserta pelatihan. Hal ini harus menjadi pegangan bagi penyuluh dan petani untuk mnecegah penyebaran Covid-19.

“Pelatihan seperti ini tetap harus dilaksanakan melalui praktek di lapangan agar petani benar-benar bisa paham,” katanya.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri tak tinggal diam dalam menghadapi pandemic Covid-19. Melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), Kementan terus mengawal pembinaan dan peningkatan pengetahuhan dan ketrampilan petani.

Penyuluh Kostratani tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam pendampingan petani melalui penyuluhan,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, pertanian tetap tidak berhenti. “Peran Kostratani justru menjadi sangat penting di kondisi ini untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekspor dengan basis IT,” ujarnya,

 

 

Reporter : Dwi M/Chuk S/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018