Sunday, 29 November 2020


BBPP Ketindan Satukan Langkah Kostratani Tiga Kabupaten

26 Apr 2020, 16:37 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan vcon BBPP Ketindan dengan tiga kabupaten | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai penanggungjawab Komando Stategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di tiga kabupaten yaitu Sidoarjo, Gresik dan Tuban menggelar supervisi dan pendampingan program dan kegiatan utama Kementerian Pertanian.

Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor mengatakan, kegiatan supervisi dan pendampingan program dan kegiatan utama Kementerian Pertanian tetap dilaksanakan di tengah kondisi Pandemi  Covid-19. Kegiatan tersebut dihadiri Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik dan Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo.

Seiring dengan cepatnya informasi yang program strategis yang harus dilaksanakan oleh masing-masing penanggungjawab Kostratani, kami melaksanakan rapat dan pertemuan koordinasi,” kata Sumardi, pada Kamis (23/4).

Sumardi mengungkapkan, ada beberapa hal yang dibahas alam pertemuan itu yakni, perubahan penanggungjawab kegiatan supervisi dan pendampingan program kegiatan utama Kementerian Pertanian untuk BBPP Ketindan.

“Kami juga ingin meluruskan persepsi bahwa supervisi dan pendampingan kegiatan utama bukan hanya LTT, namun keseluruhan program dan kegiatan utama Kementerian Pertanian yang ada di Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Tuban,” ungkapnya.

Selain itu adanya penguatan kelembagaan P4S dan penumbuhan petani milenial. Dinas kabupaten/kota juga harus sering mengakses informasi kegiatan Menteri Pertanian agar program di kabupaten dapat selaras dengan program Kementerian Pertanian.

Untuk itu, Dinas diminta menyampaikan pentingnya melaporkan perkembangan kegiatan program utama Kementerian Pertanian. Bukan hanya melalui foto open camera, video, tapi updating laporan realisasi melalui aplikasi dengan alamat http://laporanutama.pertanian.go.id/

Dalam pertemuan itu juga dilakukan penyamaan persepsi bahwa semua BPP adalah Kostratani walaupun belum mendapatkan bantuan sarana prasarana dibidang IT dalam mendukung lima fungsi BPP dari pemerintah. “Semua BPP harus tetap semangat menjalankan fungsinya secara optimal eskipun di tengah pandemi Covid-19,” kata Sumardi.

Sumardi berharap kegiatan pertemuan koordinasi Kostratani ini dapat menciptakan kecamatan sebagai tumpuan pengendali. Sistem ini dipersiapkan untuk memonitor dan mengoptimalkan peran penyuluh di kecamatan sebagai ujung tombak dan garda terdepan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam bebragai kesempatan mengatakan, Kostratani juga diandalkan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19. Namun demikian di tengah derasnya serangan wabah Covid-19 ini, masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan. “Sebelas komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, pertanian tetap tidak berhenti. Bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting di kondisi ini untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekspor dengan basis IT.

“Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian akan menjadi maju, mandiri dan modern. Apalagi di saat ini corona atau Covid-19 yang sedang menyerang peran Kostratani ini menjadi meningkat dalam menyediakan stok pangan,” tegas Dedi.

 

Reporter : Joko Sumianto/Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018