Kamis, 09 Februari 2023


Usir Hama, Petani Way Kanan Tanam Refugia di Pematang

28 Apr 2020, 14:15 WIBEditor : Indarto

Refugia di sela cabai | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Menanam refugia diharapkan mampu mengurangi hama pada tanaman padi dan sayuran.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung---Aneka tanaman bunga (refugia) yang ditanam di pematang sawah tampak indah dipandang mata. Apalagi ketika aneka bunga tersebut mulai mekar akan menambah pesona bagi yang melihatnya.

Selain indah, refugia yang ditanam petani di Kecamatan Bumi Agung dan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, juga mampu mengusir hama padi dan sayur. Karena punya manfaat ganda,  gerakan tanaman refugia di pematang sawah tersebut akan terus digalakkan di Way Kanan.

Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Mandiri, Rasid Wahyono mengatakan, gerakan tanam refugia di pematang sawah ini memang masih dalam tahap sosialisasi ke petani.  " Karena itu, kami membuat percontohan di Kecamatan Bumi Agung dan Baradatu, Kab.Way Kanan. Gerakan tanam refugia di pematang sawah juga mendapat dukungan Kepala Dinas Pertanian Kab.Way Kanan," kata Rasid Wahyono, di Lampung, Selasa (28/4).

Menurut Rasid, dengan menanam refugia  diharapkan mampu mengurangi hama pada tanaman padi dan sayuran. Petani yang sudah memanfaatkan refugia diharapkan mampu mengurangi penggunaan pestisida dan membuat tanaman yang dihasilkan lebih bagus untuk kesehatan (organik).

Rasid mengatakan, padi seluas 2 ha yang pematangnya ditanami refugia di Kec.Bumi Agung, Kab.Way Kanan sudah panen." Saat itu varietas padi yang di tanam M 400. Karena terserang hama potong leher, provitasnya hanya 5 ton per ha. Namun, kami tak patah semangat dan akan coba dengan varietas lain seperti ciherang yang provitasnya biasanya mencapai 6-7 ton per ha," papar Rasid.

Sedangkan refugia yang diadopsi di pematang tanaman cabai di Desa Bajar Mulyo, Kec. Baradatu, Kab. Way Kanan tampaknya cukup bagus. Cabai yang ditanam Kelompok Tani Mulya tersebut saat ini sudah mulai memerah.

" Luas tanaman cabai yang memanfaatkan refugia sekitar 0,5 ha. Pupuknya menggunakan pupuk organik cair," ujarnya.

Rasid mengaku, untuk mengajak petani Way Kanan tanam refugia di pematang sawah tak mudah. Karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi penggunaan refugia melalaui anggota UPJA dan kelompok tani secara perlahan-lahan.

" Karena di sini petaninya beragam. Karakternya juga beda. Untuk memudahkan, kita kasih contoh," kata Rasid.

Menurut Rasid, selain terus melakukan sosialisasi menanam refugia di pematang sawah, P4S Mandiri juga masih melakukan sejumlah pelatihan praktis kepada kelompok peternak sapi di  Desa Serdang Kuring, Kecamatan Bahuga, Kab.Way Kanan.

Adapun pelatihan tersebut berupa tata cara pemeliharaan ternak sapi sampai pengelolaan kotorannya. Juga ada pelatihan cara mengembangbiakkan sapi sampai cara menjualnya supaya peternak mendapatkan harga yang baik.

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018