Sunday, 29 November 2020


Percepatan Regenerasi Petani dengan Petani Milenial

30 Apr 2020, 22:53 WIBEditor : Clara

Petani milenial salah satu percepatan regenerasi petani | Sumber Foto:Agustin

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Melihat grafik tenaga kerja di sektor pertanian yang setiap tahun semakin menurun, diperlukan percepatan regenerasi petani. Hal ini sejalan dengan visi bangsa Indonesia, yakni peningkatan kualitas manusia dengan membangun SDM pekerja keras yang: dinamis, produktif, terampil, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. “Makanya di Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya di bidang pendidikan, dibentuk pendidikan vokasi agar terciptanya SDM yang job creator dan job seeker,” ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi saat Indonesia Agriculture Forum 2020 ‘Pendidikan Vokasi Pertanian: Bagaimana Strategisnya dalam Ketahanan Pangan Masa Pandemi Covid-19’, Kamis (30/4).

Kementan sendiri sudah memilik 10 pendidikan vokasi yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Polbangtan Medan, SMKPP Sembawa, Polbangtan Bogor, PEPI Serpong, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, SMKPP Banjarbaru, Polbangtan Gowa, SMKPP Kupang, dan Polbangtan Manokwari.

Jadi sekolah-sekolah vokasi yang dimiliki oleh Kementan ini didalamnya terdapat: SDM tenaga pendidik dan kependidiakan yang berkompeten, kurikulumnya selaras dengan industri dan agribisnis milenial, peserta didik yang adaptif terhadap teknologi, sarana dan prasarana yang mendukung dengan berbasis TEFA dan Comdev, serta memiliki jejaring kerjasama dengan berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri.

“Jadi diharapkan mereka ini ketika lulus akan menjadi lulusan yang berkualitas, yakni menghasilkan job creator dan job seeker yang profesional, mandiri, dan berdaya saing,” jelas Dedi.

Menjadi job creator dan job seeker, dapat dicontoh dengan hadirnya petani milenial. Untuk saat ini, Kementan telah mengukuhkan 67 duta petani milenial dari berbagai provinsi.

Dedi menjelaskan contoh-contoh petani milenial adalah Sandi Octa Susilo dengan usahanya dibidang agribisnis sayuran di Cianjur, Rizal Fahreza dengan usaha kebun edukasi dan agrowisata Eptilu di Garut, Jatu Barmawati dengan toko online AYOMART, Muhammad Khudori dengan penangkaran kentang di Garut, Diyah Rahmawati Wicaksana Ningtyas dengan usaha Natural Organik Indonesia dan Abang Sayur Organik di Malang, Bachtiar dengan usaha UPJA, Agitya Kristantoko dengan agrowisata edukasi kuliner berbahan baku singkong di Bojonegoro, dan Rahmat Yogi dengan P4S Yoganik di Probolinggo.

“Mereka-mereka ini adalah sebagian kecil generasi milenial (muda) yang mau berkecimpung dan sukses di dunia pertanian. Dengan ini membuktikan bahwa bekerja di sektor pertanian itu bukanlah hal yang memalukan, melainkan menjadi suatu hal yang membanggakan,” pungkasnya.

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018