Monday, 19 October 2020


Petani Perempuan Penyelamat Ekonomi Keluarga

13 May 2020, 19:03 WIBEditor : Clara

Memanfaatkan pinggir jalan dan pematang dengan tanam aneka sayuran | Sumber Foto:Yuliantoro

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan berbagai model dan strategi adalah salah satu tugas Koordinator Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP). Himbauan pelajari dan implementasikan konsep pertanian tropis warisan leluhur dijawab oleh Ratri Tri Hapsari sebagai Koordinator IP2TP dengan menanami pinggiran jalan dan pematang dengan berbagai jenis sayuran.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Akabi), Yuliantoro Baliadi. Bekerjasama dengan Kepala Seksi Jasa Penelitian (Kajaslit) Bambang Sri Koencoro mengajak para perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN yang tidak melaksanakan bekerja dari rumah bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balitkabi, Yayuk Yuliantoro Baliadi pada kegiatan Panen Perdana Aneka Sayuran. Adapun sayuran yang dipanen yaitu kangkung, bayam merah, bayam hijau, dan, sawi. 

"Merujuk pada perempuan yang begitu semangat dan antusias, bahkan juga tertarik untuk menanam daun lembayung kacang tunggak. Dapat dibayangkan hebatnya kiprah kontribusi petani perempuan dalam sosial ekonomi keluarga," tukas Yuliantoro.

Menurut Yuliantoro, meremehkan peran petani perempuan di Indonesia adalah sebuah kesalahan. "Data 2013, menyatakan bahwa sekitar 40 persen atau 7,4 juta petani skala kecil di Indonesia adalah perempuan. Di tahun 2018, jumlah itu naik menjadi 8 juta petani perempuan di Indonesia. Bahkan di tahun 2017, sebanyak 13,7 juta perempuan Indonesia bekerja atau tenaga kerja di sektor pertanian dan hebatnya mereka hadir di hampir semua kegiatan usaha pertanian," tambahnya.

Yuliantoro beranggapan bila kekuatan tersebut bisa dikemas dan dikelola ke lahan-lahan pekarangan rumah tangga, bisa dipastikan value atau nilai guna manfaatnya untuk kesejahteraan dan kesehatan keluarga. Kaum perempuan sering menjadi penyelamat perekonomian keluarga, tak terkecuali kaum perempuan ikut menjadi perempuan petani di lahan pekarangannya sendiri-sendiri.

"Banyak hasil penelitian juga buktikan bahwa peningkatan pendapatan dan aset perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangga lebih signifikan dari pada peningkatan pendapatan pria," tukasnya.

Pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan panen sayuran bersama ini adalah sebagai ibu dan istri, perempuan harus memastikan kesejahteraan keluarga walaupun dalam keadaan sulit seperti Pandemi Covid-19 ini.

Yuliantoro mengatakan para perempuan  juga perlu dilengkapi dengan pengetahuan praktis budidaya pangan, khususnya sayuran dan buah. Bagi perempuan petani ditambahkan pengetahuan tentang metode adaptasi dan teknologi prakiraan iklim serta dukungan benih dan metode praktis menyimpan benih.

Reporter : Yuliantoro/Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018