Friday, 05 June 2020


Penyuluh dan Inovasi Teknologi Saling Berkaitan

20 May 2020, 21:11 WIBEditor : Clara

Ubi adalah pangan lokal yang paling banyak ditanam di Papua | Sumber Foto:Balitkabi

TABLOIDSINARTANI.COM, Mimika --- Di telapak kaki penyuluh pertanian lapangan (PPL), jejak pijaknya tinggalkan hara kesuburan. Di telapak tangan penyuluh, tepukan lambaiannya adalah inovasi teknologi. Juharti Marsiman, sosok PPL perempuan dari Kabupaten Mimika, Papua menegaskan bahwa peneliti tanpa PPL itu lumpuh dan buta. "Sehebat apapun inovasi tidak punya makna kalau tanpa penyuluh," tegasnya.

Bertanam ubi kayu organik, kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun yang diajarkan petani wanita Papua, termasuk di Mimika. Lahan mereka yang tergolong subur mampu memenuhi kebutuhan hara ubi kayu hingga dapat dipanen pada saat umur 6-8 bulan. Para mama (ibu) paham bila dipupuk, rasa umbi berubah dan seringkali mengakibatkan busuk. 

Para penyuluh, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan, Yohana Paliling beserta jajaran tentunya punya andil besar dalam ikut membina Kelompok Tani (poktan). Kunci pemberdayaan poktan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) sudah sangat dikuasai, terutama dalam bahasa dan cara sederhana yang membuat tidak hanya mama petani tetap  para suami dan pace-pace (bapak-bapak) tertarik untuk kembali bercocok tanam umbi. 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua, Martina Lestari yakin masyarakat yang mempunyai minat tinggi pada pangan lokal Papua pasti akan hadir dengan teknologi inovasi terbaru. "Kita semua bersama-sama akan membangkitkan kedaulatan pangan lokal Papua," ujarnya.

Reporter : Tiara/Yuliantoro (Balitkabi)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018