Friday, 05 June 2020


Dibantu Mahasiswa Polbangtan Bogor, Hasil Tani Tembus Konsumen Langsung

21 May 2020, 20:52 WIBEditor : Gesha

Pemasaran door to door dari sayuran petani | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Tasikmalaya --- Masa Pandemi COVID 19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa petani sayuran terkena dampak langsungnya. Pasar induk di beberapa daerah tutup sehingga petani kesulitan memasarkannya. Tapi tidak dengan Kampung Sutra Desa Ciawang  Kecamatan Leuwisari.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tasikmalaya ini mempengaruh kegiatan usahatani. Hal ini terjadi juga di Kampung Sutra Desa Ciawang  Kecamatan Leuwisari. Iwan, salah satu petani muda dari kampung tersebut merasakan dampaknya. Saat ini dirinya terkendala dalam pemasaran hasil pertaniannya. “Akses ke luar kampung sebagian besar tertutup karena pandemi, saya kesulitan memasarkan sayuran hasil panen saya,” keluhnya.

Kondisi ini memunculkan keprihatinan bagi Misni Fauziah, Mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang sedang melakukan penelitian tugas akhir di kampung halamanya.  Dengan bantuan Misni, Iwan cukup lega dan tidak khawatir lagi dengan sayuran yang ia jual. “Solusi yang saya tawarkan adalah memasarkan sayuran door to door langsung ke warga-warga,” ungkap Misni. 

Misni berpikir bagaimana pertanian ini bisa tetap berjalan, meskipun terkendala dalam pemasaran karena adanya pembatasan di Pusat perbelanjaan, dan "Harga yang ditawarkan oleh pedagang di pasar pun tidak bagus. Maka kita harus berinisiatif agar hasil pertanian tetap terjual dengan harga yang tidak terlalu rendah," beber Misni.

Petani milenial ini pun mulai mengemas sayuran milik Iwan agar siap dipasarkan. Dari berbagai macam sayuran yang dihasilkan, dibungkus dengan ukuran kecil. Ia pun memasarkannya langsung ke warga sekitar.  "Alhamdulillah dengan cara ini saya tetap bisa menjual hasil pertanian dan tetap berpenghasilan," ucap Iwan lega.

Salah seorang warga setempat, Ina mengaku dirinya merasa terbantu dengan kreatifitas Misni dan Iwan. "Saya terbantu, karena saya tidak perlu pergi ke pasar untuk membeli sayuran.  Soalnya takut kalau harus sering-sering ke pasar dalam keadaan begini,” ungkapnya.

Kiprah petani milenial didikan dari Polbangtan Bogor ini hanya satu dari sekian banyak contoh suksesnya pengabdian mereka langsung di masyarakat, terutama di kampung halamannya. 

Hal ini sesuai dengan harapan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus COVID 19.

Pernyataan Mentan Syahrul tersebut senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. Dirinya menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Reporter : Arif Prastiyanto
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018