Friday, 10 July 2020


Saung Sawala, Kebersamaan ala Poktan Dewi Sri Bangodua

24 Jun 2020, 10:34 WIBEditor : Yulianto

Saung Sawala menjadi tempat tukar pikiran Keompoktani Dewi Sri I, di Kecamatan Bangodua, Indramayu | Sumber Foto:Tarminah

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu---Gotong-royong menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia dalam menyelesaikan satu tujuan.  Jika di perkotaan budaya tersebut mulai luntur, maka di pedesaan masih terasa sangat kental, khususnya dalam kehidupan petani.

Kehidupan bergotong royong nampak terasa ketika kontributor Tabloidsinartani.com berkunjung ke Kelompoktani Dewi Sri I, Desa Tegalgirang, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu. Kebersamaan anggota kelompok tani nampak saat membangun gubug yang lokasinya berada di tengah sawah.

Ketua Kelompoktani Dewi Sri I, Akhmad Dasuki mengatakan, gubug tersebut  nantinya akan digunakan untuk tempat musyawarah anggota kelompok dan tempat istirahat anggota selesai aktivitas. Bisa juga digunakan sebagai tempat melindungi saprodi, terutama pupuk saat turun hujan.

“Hasil musyawarah, sumber dananya dari swadaya kelompoktani, tapi tidak menutup kemungkinan sumbangan lain yang tidak mengikat dari yang mau berpartisipasi,” kata Dasuki di sela-sela peresmian gubug yang diberinama Saung Sawala. Peresmian dihadiri, bukan hanya anggota kelompok, tapi juga Camat, Penyuluh Pertanian, POPT dan Satpel BB POPT Wilayah Cirebon di Indramayu.

Dasuki mengatakan, rencananya nama gubug tersebut Saung Meeting. Karena khawatir salah baca dan arti dan dikhawatirkan dimanfaatkan untuk kegiatan lain, sehingga diubah menjadi Saung Sawala.

Saung artinya tempat, Sawala musyawarah tukar pikiran. Sehingga saung ini kita manfaatkan untuk musyawarah atau tukar pikiran tentang ilmu dan teknologi pertanian secara luas,” ungkapnya.

Menurut Dasuki, sebenarnya hasil musyawarah anggota kelompoktani Dewi Sri I anggaran pembangunan Saung Sawala sekitar Rp 15,325 juta.  Namun karena situasi sedang Covid-19, dana yang terkumpul hanya Rp 4,8 juta.

“Tapi kami tetap laksanakan juga pembangunan ini, meski sejadinya. Alhamdulillah saung ini ini sudah berdiri. Minimal sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan walau masih banyak kekurangan,” katanya. Dasuki berharap musim panen tahun ini akan baik, sehingga petani bisa menyelesaikan pembangunan ini sesuai rencana.

Camat Bangodua, Muhammad Soidin berharap kegiatan pembangunan Saung Sawal bisa diteruskan agar lebih berfungsi lagi, sehingga nantinya merupakan tempat bermusyawarahnya petani dan merumuskan segala sesuatu tentang pembangunan pertanian.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kelompoktani Dewi Sri I dan anggotanya yang setiap tahun selalu bergotong-royong memecahkan masalah pertanian,” kata Soidin yang saat itu berkesempatan memberikan sumbangan semen. “Kebetulan kelompoktani ini ada di ujung wilayah Kecamatan Bangodua merupakan tumpuan akhir permasalahan, terutama air irigasi dan sampah,” tambahnya.

Sementara itu Koordinator BB POPT Wilayah Cirebon, Tatung Hidayatullah mengatakan, untuk meningkatkan kegiatan petani kelompok tani dalam hal pengendalian hama penyakit tanaman terpadu, diperlukan kekompakan dan keterbukaan dari semuan pihak. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 minggu sampai panen dengan peserta 10 orang.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bangodua, Tarminah menyampaikan tentang keberadaan Kelompoktani Dewi Sri I, protokol penanganan covid-19, percepatan tanam disesuaikan kondisi air irigasi, serta teknis pertemuan sekolah lapang pengendalian hama terpadu skala luas. “Saya berharap kegiatan ini terus terlaksana bukan sebatas ada program saja, biar saung ini semakin bermanfaat,” katanya.

Toto Suharto, Petugas POPT Kecamatan Bangodua mengajak anggota kelompoktani Dewi Sri I untuk menerapkan kegiatan sekolah lapang pengendalian hama terpadu skala luas ini peserta di lokasi sawah lainnya. Khususnya, sebagai kajian dalam kegiatan pengendalian OPT secara alami, seperti penanaman refugia.

Kegiatan ini menurut Toto sangat efektif dan efisien, mudah dan murah diaplikasikan petani. “Semoga ini menjadi rintisan ke arah pertanian organik pertanian yang ramah lingkungan,” ujarnya.

 

Reporter : Tarminah (PPL Bangodua)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018