Friday, 10 July 2020


Melawan COVID 19, Penyuluh-Pemuda Tani Kuasai Hortikultura Desa

24 Jun 2020, 12:00 WIBEditor : Gesha

Petani terus melawan COVID 19 | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Lambat laun, dampak pandemi covid-19 terasa hingga desa. Jadi para pemuda pun terpanggil untuk bersatu dan melawan. Tidak ada kata menyerah dalam perjuangan. Hari-hari yang mengharuskan semua pihak untuk saling bahu membahu meringankan beban satu sama lain.

Nun jauh di pelosok desa, berada di pinggir pantai Selatan Jawa yang sepi ternyata semangat pemuda tani Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang masih menggelora.

Pemuda-pemuda tani tersebut tergabung dalam kelompok tani Rukun Tani dengan berbagai komoditas hortikultura, mulai dari cabai hingga pepaya.

Sebutlah namanya Nur Arifin, sang pemuda milenial pengurus kelompok tani, Rukun Tani. Dirinya sudah 15 tahun bertani, walaupun hanya lulusan SLTA. Semangatnya bisa jadi acuan, layaknya pemuda yang mempertahankan tanah air nya dari serangan penjajah virus corona.

“Kalau sekarang, pertanian kami memang fokus horti. Utamanya papaya, cabe dan melon. Kalau untuk cabe lebih dari 50 ha. Melon sekitar 10 ha dengan pertimbangan cuaca mendukung. Cabe sekarang masih dalam proses tanam dan sebagian persiapan lahan. Sedangkan pepaya biasanya dilakukan oleh petani yang belum berminat tanam cabe dan melon. Dan sebentar lagi kita akan memasuki musim panen pepaya,” tutur Nur Arifin yang sangat menguasai peta potensi hortikultura kelompok taninya. 

Penyuluh Pertanian Desa Purwodadi Suprianto Bekti Yuwono (SBY) menambahkan bahwa produk horti bisa jadi komoditas unggulan karena Donomulyo dekat dan memiliki obyek wisata pantai. “Sekarang transisi new normal, beberapa wisata pantai barangkali sudah mulai didatangi pengunjung. Pantai Kondang Bandung, Ngliyep, Modangan, Nggondokan, Bantol dan Jonggring Saloko. Wisata ramai, maka permintaan buah meningkat," pungkas SBY.

Diakui SBY, aneka buah makin menjadi primadona, seiring dengan kesadaran bahwa menu buah sudah menjadi keharusan dalam setiap menu makan keluarga lebih-lebih dimasa pandemi covid-19.

"Kalau di desa, maka pepaya dan pisang menjadi pilihan teratas bagi ibu-ibu rumah tangga. Pepaya, relatif mudah ditanam, tidak terlalu mahal, kaya vitamin C dan membantu pencernaan," tambahnya.

Bahkan beberapa orang menyarankan untuk mengkonsumsi pepaya tiap hari dan diyakini bisa terhindar dari beberapa penyakit seperti flu dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Reporter : Kiswanto
Sumber : Penyuluh di Kabupaten Malang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018