Friday, 10 July 2020


Ketersediaan Pangan Dimulai dari Kecamatan, Kostratani Jadi Penggerak

24 Jun 2020, 22:16 WIBEditor : Gesha

Pendampingan penyuluh | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu mengatakan pertanian harus mampu mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia. Karena  itu, peran Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) untuk pertanian sangat penting menyentuh hingga pangan tersedia dari tingkat Kecamatan.

Memastikan ketersediaan pangan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat peran Kostratani sebagai Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian Nasional.

"Untuk itu, saya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di situasi pandemik COVID-19. Dengan sehat kita bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Bisa mendampingi petani untuk genjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” ujar Mentan Syahrul pada kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan bersama Kepala BPPSDMP Kementan.

Selama masa Pandemi COVID 19 dan selanjutnya, Kostratani diandalkan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19. Dikatakan Mentan SYL, dengan Kostra Tani, pertanian lebih maju mandiri bahkan dengan pengolahan yang lebih modern.

"Di tengah derasnya serangan wabah Covid-19 ini, masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, sebelas komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens," tegasnya.

Untuk diketahui, Kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Melalui Kostratani, BPP yang ada di kecamatan berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian dan pusat pembelajaran yang kegiatannya itu akan dikoneksikan sampai ke tingkat pusat.

Mentan  mengungkapkan, Kostratani bertujuan menciptakan kecamatan sebagai tumpuan pengendali. Sistem ini dipersiapkan untuk memonitor dan mengoptimalkan peran penyuluh di kecamatan sebagai ujung tombak dan garda terdepan ketahanan pangan nasional.

Menu Lengkap

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, pertanian tetap tidak berhenti. Bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting di kondisi ini untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekspor dengan basis teknologi informasi (IT).

“Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian akan menjadi maju, mandiri, dan modern. Apalagi, saat ini corona atau Covid-19 yang sedang menyerang. Peran Kostra Tani menjadi meningkat dalam menyediakan stok pangan,” tegas Prof Dedi.

Di tengah mewabahnya Covid-19, para penyuluh Kostra Tani tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam pendampingan petani melalui penyuluhan secara telekonferensi.

Penyuluh pertanian dijadwalkan tetap melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawalan aktivitas pertanian oleh petani di lapangan meskipun adanya pembatasan kunjungan di wilayah binaan.

Salah satu peran penting Kostratani adalah menumbuhkan petani pengusaha milenial. Caranya, dengan peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian, juga pengembangan wirausahawan muda perdesaan. Selain itu, Kementan juga memfasilitasi akses permodalan.

“Implementasi penumbuhan pengusaha pertanian milenial dilakukan dengan pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, dan Bimtek. Kami juga memberikan akses modal seperti KUR, juga dengan Demplot dan Insentif,” pungkasnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018