Friday, 10 July 2020


Jelang MT 2, Petani-Penyuluh Curhat Kondisi Lapangan

27 Jun 2020, 08:49 WIBEditor : Gesha

Penyuluh curhat | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Setiap Jumat, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) selalu menggelar webinar  Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP). Kali ini penyuluh dipertemukan dengan Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi.

Melalui diskusi dalam kegiatan Mentan Sapa Petani Penyuu (MSPP) yang dilakukan secara daring dari Agricultural Operation Room (AOR) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, petani dan penyuluh banyak curhat kondisi terkini di lapangan.

Mulai dari padi mengalami rebah di Kabupaten Bone Bolango yang dapat mengurangi hasil panen akibat angin, benih yang terlambat datang, dan mengakibatkan keterlambatan tanam akibat jauhnya lokasi pengadaan benih, hingga pemberdayaan petani dalam pengembangan ekonomi.

Menanggapi curhat petani dan penyuluh, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi mengarahkan agar agar dapat memilih varietas yang baik serta pupuk sesuai anjuran, serta menghubungi BPTP Provinsi untuk mendapatkan solusi teknologi dan varietas padi yang tahan terhadap rebah. 

"Pengembangan benih padi baru juga dianjurkan yaitu varietas Inpari IR Nutrizinc yang memiliki kandungan zinc sebesar 34,51 ppm Keunggulan ini turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi dan masalah stunting di Indonesia," kata Suwandi.

Terkait benih yang terlambat datang, dan mengakibatkan keterlambatan tanam akibat jauhnya lokasi pengadaan benih, para penyuluh dapat membina kelompok penangkar sesuai varietas yang diperlukan di daerah setempat, benih yang dihasilkan oleh para penangkar akan dibeli oleh pengada melalui bantuan pemerintah untuk mengatasi keterlambatan benih. 

Sedangkan pengembangan ekonomi petanu berupa korporasi merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani dalam pengembangan usaha yang dikelola oleh petani. "Diharapkan koperasi ini mampu mensinergikan kegiatan agribisnis hulu sampai hilir dalam pengembangan dalam pengembangan kawasan pertanian," tambahnya.

Percepatan Tanam

Suwandi berpesan agar ketersediaan pangan harus tetap aman dengan cara malakukan percepatan tanam. Penyuluh tetap melaksanakan tugasnya mendampingi petani untuk tetap berproduksi.

"Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan dengan tidak berkumpul dengan jumlah orang yang banyak, memakai masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan," tuturnya.

Khusus penyuluh, perlu memantau dan memastikan kesiapan percepatan tanam MT II tahun 2020, khususnya pengolahan lahan, penyiapan benih dan pupuk serta sarana produksi lainnya, pembiayaan pertanian melalui KUR, dan operasionalisasi alat dan mesin pertanian.

Selanjutnya kembali ditekankan oleh Kepala Pusat Penyuluh Pertanian BPPSDMP Lely Nuryati sebagai moderator MSPP.

"MT 2 adalah musim basah sehingga bisa menggerakkan petani untuk percepatan tanam, jika ada kendala bisa kontak langsung ke kostratani.
Masing masing kabupaten bisa evaluasi terhadap target sebelumnya," pesannya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018