Tuesday, 14 July 2020


Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga Tani

30 Jun 2020, 11:03 WIBEditor : Gesha

Keluarga tani selalu bergotong royong | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM,Malang --- Setiap tanggal 29 Juni selalu diperingati sebagai hari keluarga. Keluarga memegang peranan yang sangat penting, begitupun dalam dunia pertanian.

Petani dalam satu keluarga bisa berbagi tugas atau mengerjakan bersama satu kegiatan usaha pertanian. Tentu ada kenikmatan yang berbeda jika bisa bekerjasama dalam satu tim saat menjadi petani di desa. 

Pertanian memang sangat kental diusahakan secara kekeluargaan. Tidak jarang kita jumpai seorang bapak didampingi istrinya, anaknya, keponakannya dan saudara dekat lainnya sedang melakukan olah tanah, menanam padi, memupuk cabe, menyiangi jagung, menyiram bawang merah dan memanen padi.

Di tengah pandemi seperti ini, tentu kebersamaan mereka menjadi sangat bermanfaat dalam menjaga kelangsungan usaha pertanian. Membangun tim yang kuat tentu lebih mudah dan lebih cepat direalisasikan.

Jika ada lirik lagu yang begitu menyentuh, ‘puisi yang paling indah adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah keluarga’ maka apapun tentu dipertaruhkan demi menjaga keutuhan keluarga dan kekeluargaan tersebut. Sudah barang tentu tantangan sebesar apapun bisa dibuat lebih kecil dengan kebersamaan yang terus dipupuk.

Gambaran tersebut dapat kita lihat di panen lahan padi milik seorang ketua kelompok tani Harapan Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang atas nama Rokim, dibantu oleh menantunya Wakik dan keponakannya Warimun. 

Dipandu oleh penyuluh pertanian milenial Gigik Purwandi yang sudah barang tentu bisa lebih gesit dan cepat, panen padi siang itu menjadi lebih bermakna. “Sudah jadi kebiasaan di sini dan mungkin di desa-desa yang lain, jika ada yang tanam atau panen, maka keluarga pasti membantu. Inilah kekeluargaan kita. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul," terang Ketua Kelompok Tani, Rokim.

Sementara penyuluh milenial Gigik menyatakan bahwa hasil panen kali ini cukup bagus. “Di lahan ini ditanam padi varietas M 70 D, produktifitas antara 6,5-7 ton/ha, ini sangat bagus untuk padi umur lebih pendek. Dengan umur panen tidak lebih dari 85 HST, tentu ini untuk menyiasati lahan yang agak terbatas suplai sumber airnya," tuturnya.

Walhasil dengan uji coba varietas ini, banyak anggota kelompok tani Harapan yang tertarik menanam varietas ini untuk ditanam di musim tanam berikutnya.

Potret lain dari manifestasi keluarga dan kekeluargaan itu dapat dilihat dari persiapan gerakan pengendalian hama tikus di kelompok tani Mekar Jaya Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.

Berlokasi di Balai Desa, penyuluh pertanian Desa Arjowilangun Sampuri, SP mengkoordinir persiapan alat dan personil yang bersiap melakukan gerdal besok pagi.

“Alhamdulillah, kami keluarga besar petani dari kelompok tani Mekar Jaya, ada perwakilan pemerintah desa juga, Gapoktan, Babinsa, kepolisian lewat Bhabinkamtibmas dan pemuda tani juga antusias untuk melakukan gerdal besok. Alat siap, personil sudah disiapkan dan tinggal besok dijalankan beserta petugas POPT. Mudah-mudahan gerakan pengendalian ini bisa memutus rantai potensi serangan hama tikus pada lahan padi menjelang musim tanam ketiga ini,” terang penyuluh yang mendampingi 3 Desa di Kecamatan Kalipare.

Kedekatan penyuluh dan petani seperti yang tergambar pada saat panen padi tersebut dan tetap mematuhi protocol kesehatan adalah perwujudan kekeluargaan yang tidak sulit kita jumpai.

Begitupun dengan persiapan gerdal yang ada di Kecamatan Kalipare juga melibatkan 'Keluarga besar' petani-penyuluh-pemerintah. Mereka bisa menjadi ‘satu keluarga’ juga dalam makna sama-sama memikul tanggung jawab untuk terus mengawal produksi pangan yang menjadi kebutuhan banyak orang.  

Desa, petani, kekeluargaan dan gotong-royong sudah menjadi ciri khas Indonesia. Ini sangat dekat dan menjadi satu akar dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Reporter : Kiswanto
Sumber : Penyuluh di Kabupaten Malang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018