Wednesday, 23 September 2020


Mekanisasi Pertanian Makin Menarik Milenial

07 Jul 2020, 11:09 WIBEditor : Gesha

Mekanisasi dan milenial | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Mekanisasi pertanian ternyata makin menarik di mata milenial. Hal ini terlihat dari semangat dan ketertarikan milenial mengikuti webinar yang digelar Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian mengadakan Webinar Series “Peranan Teknologi Mekanisasi Pertanian dalam Mendukung Petani Milenial”, Jumat (3/7).

"Peserta yang mengisi daftar hadir sebanyak 700 orang dengan peserta dari Aceh sampai Papua. Profesi peserta webinar cukup beragam mulai dari petani, pelajar, akademisi, pegawai, dan masyarakat umum. Sehari setelah video diupload ke youtube jumlah viewer mencapai 1.100," tutur Ketua Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian, Yul Harry Bahar.

Setidaknya ada tiga tema yang disajikan dalam Webinar ini. Mulai dari Pertanian 4.0 Menjadikan Teknologi Informasi sebagai Trand Bertani Generasi Milenial oleh teknokrat di Pusat Pendidikan Pertanian (Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP, M.Si), Mekanisasi Pertanian untuk Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya dalam Produksi Pertanian oleh Dosen dan Peneliti di Polbangtan Bogor (Yohanes Bayu Suharto, SP., M.Si), hingga Kesiapan Petani Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0 oleh Dosen Polbangtan Bogor (Erniati, S.TP., M.Sc). 

Tema ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan bahwa Kementerian Pertanian fokus pada pengembangan sumberdaya manusia petani milenial untuk meningkatkan produktivitas pertanian menuju pencapaian lumbung pangan dunia tahun 2045 dengan penggunaan teknologi pertanian.

Di lain kesempatan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedy Nursyamsi menyebutkan bahwa Polbangtan harus menghasilkan petani milenial yang handal, dan professional sehingga nantinya dapat menjadi entrepreneurship. "Petani milenial harus bisa menjadi harapan bagi perkembangan pertanian bangsa Indonesia. Salah satunya dengan menerapkan teknologi pertanian," tuturnya.

Trend Milenial

Dr. Abdul Roni Angkat mengungkapkan  pertanian 4.0 identik dengan modernisasi dan digitalisasi yang merupakan trend dari generasi millenial.  "Saat bicara pertanian 4.0, satu poin penting yang harus diperhatikan bukan alat atau mesin canggih yang bisa dioperasikan secara nirawak atau remote kontrol, tetapi tahapan proses yang merupakan bagian dari pertanian 4.0, untuk  menjadikan alat atau mesin canggih tersebut," tutur Abdul Roni.

Tahapan proses inilah yang menjadi bagian penting yang dipelajari mahasiswa TMP Polbangtan Bogor untuk ikut menciptakan generasi millenial yang akan bergerak di bidang pertanian.

Yohanes Bayu Suharto, SP., M.Si sebagai narasumber juga menyebutkan penerapan mekanisasi pertanian harus dilakukan dalam hal optimalisasi sumber daya untuk peningkatan produksi pertanian dan setiap petani milenial juga harus melek teknologi untuk mengembangkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern di daerahnya masing-masing. 

"Ini juga demi mendukung pertanian modern di era industri 4.0 oleh para petani milenial. Peran lulusan mahasiswa Prodi TMP harus siap untuk terjun ke masyarakat sebagai agent of change demi keberlanjutan optimasi mekanisasi pertanian kedepan," jelasnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada sekitar 70 responden yang diwakili mahasiswa TMP Polbangtan Bogor, masih ada hambatan eksternal untuk mempelajari teknologi canggih sebagaimana yang diharapkan pada Revolusi Industri 4.0 yaitu berupa: sarana belajar, kurangnya pembelajaran, dan minimnya bimbingan terutama pada kondisi pandemik ini.

"Sedangkan hambatan internal yang dialami para petani milenial tersebut adalah kurangnya kemampuan dalam manajemen waktu, kurangnya pengalaman, dan masih adanya rasa malas mempelajari teknologi canggih yang meliputi Artificial Inteligent  (AI), Internet of Things (IoT), wearable, robotic, dan 3d printing," tutur Erniati.

Namun dirinya yakin masih ada harapan pada kemampuan yang dimiliki sebagian mahasiswa selaku petani milenial yaitu adanya rasa ingin tahu, dapat mengoperasikan berbagai aplikasi pada komputer, menyukai teknologi, memiliki keinginan belajar, sering membaca dan mempelajari dan cepat tanggap dalam informasi.

"Dari hal tersebut, secara umum disampaikan bahwa untuk menyongsong revolusi industri 4.0, petani milenial diharapkan memiliki 4 kemampuan pokok yang yaitu mampu menguasai teknologi, mampu menciptakan ekosistem yang berbasis supply chain, mampu meningkatkan skala bisnis dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi," tuturnya.

Mekanisasi Pertanian dikaitkan dengan Pertanian 4.0 merupakan solusi bagi pertanian masa depan. Upaya untuk mendukung program Kementerian Pertanian menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 tentu memerlukan kerja keras dari para milenial.

Gerbang teknologi informasi untuk pengembangan pengetahuan generasi milenial bisa digali baik secara offline ataupun online. Pendidikan vokasi pertanian didukung dengan antusias generasi muda untuk menggali ilmu dan pengembangan diri terkait teknologi pertanian untuk menyongsong revolusi industri 4.0. Strategi ini merupakan ujung tombak kesuksesan pertanian masa depan di Indonesia.  

Reporter : Intan Kusuma Wardani
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018