Thursday, 06 August 2020


Penyuluh Siap Berdarah-darah Berperan dalam Food Estate

08 Jul 2020, 12:03 WIBEditor : Gesha

TABLOIDSINARTANI.COM, Kapuas --- Kementerian Pertanian sedang menyiapkan propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi lumbung pangan atau food estate sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo untuk menumbuhkembangkan sektor pertanian secara merata . Sebagai ujung tombak pergerakan petani di kawasan food estate, para penyuluh pun siap berdarah-darah berperan di dalamnya.

“Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan ke lokasi Food Estate dan Padat Karya Tunai Irigasi di eks lahan gambut di Desa Gadabung, Kecamatan Pendih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Melalui program ini diharapkan produksi pertanian dapat meningkat sehinggga mampu menambah kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor serta menumbuhkan sektor pertanian secara merata.  

Proyek Food Estate atau lumbung pangan nasional yang berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan diuji coba pada musim tanam Oktober 2020-Maret 2021. Lahan seluas 28.000 hektare (ha)  akan digunakan pada tahap awal pengembangan. Padi dipilih sebagai komoditas pertama dalam uji coba uji ini. 

Untuk diketahui, Food Estate tidak hanya menggunakan cara pertanian tradisional, tetapi juga ada intervensi mekanisme, sehingga tidak hanya sebatas sampai tahap panen, melainkan pengolahan hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

Dalam mendukung percepatan pengembangan food estate di Kalteng tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melakukan koordinasi dengan dinas Kabupaten Kapuas yang diterima oleh Sekretaris Dinas, Kabid Penyuluhan, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dan Kabid Tanaman Pangan beserta koordinator penyuluh kabupaten.

Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan I Wayan Ediana yang mewakili Kepala Pusat Penyuluhan Leli Nuryati menyampaikan arahan Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nusyamsi bahwa penyuluh dan sumber daya manusia pertanian lainnya siap mendukup pengembangan kawasan food estate di Kalteng.

Pertemuan ini dilakukan untuk mengkoordinasikan strategi operasional di lapangan. Mulai dari melakukan validasi kelembagaan petani poktan gapoktan dan KEP, kemudian mengindentifikasi potensi wilayah (IPW) pertanian di 5 kecamatan yang menjadi sentra  pengembangan  Food estate tahap pertama.

"Upaya ini tidak lain adalah untuk  menggali semua potensi yang dapat dikembangan dalam mendukung pengembangan food estate (baik dari potensi sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia) serta kelembagaan ekonomi pendungkung lainnya seperti BUMDes, koperasi dan lainnya," jelas I Wayan.

Guna mempermudah pelaksanaan konsolidasi dan validasi di lapangan tim dibagi berdasarkan wilayah kecamatan atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). “Dengan adanya pembagian tugas ini, diharapkan tim dapat bekerja di lapangan dengan mendapatkan hasil yang maksimal sehingga tercapainya peningkatan produksi baik secara kuantitas maupun kualitas, “ ungkap Wayan Ediana.

Selanjutnya, BPP akan menghadirkan semua penyuluh di wilayah kerjanya dan perwakilan ketua kelompoktani (poktan), gabungan kelompoktani (gapokan) dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus covid 19 sesuai arahan Kepala BPPSDMP Prof Ir Dedi Nursyamsi pada setiap kesempatan bertatap muka dengan penyuluh melalui videokonferensi.

Reporter : Hevy
Sumber : Pusluhtan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018