Thursday, 18 August 2022


Penyuluh Pertanian Dilatih Memberdayakan Petani Lahan Irigasi Agar Lebih Sejahtera

12 Jul 2020, 10:30 WIBEditor : Ahmad Soim

Pelatihan penyuluh di Lembang | Sumber Foto:Joko S

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Pemerintah membuat program untuk meningkatkan pendapatan pertanian beririgasi. Program yang melibatkan lintas kementerian ini, juga mengajak Penyuluh Pertanian melakukan penyuluhan dan pemberdayaan petani di lahan beririgrasi agar lebih sejahtera.

Upaya itu dilakukan Kementan melalui program Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP) di 74 Kabupaten, 16 Provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT)), atau program Integrasi Partisipasi Pertanian bekerjasama lintas sektor dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan masyarakat petani serta semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi.

Tujuan dilaksanakannya Program IPDMIP  adalah untuk meningkatkan Pendapatan Pertanian khususnya di daerah Irigasi. Agar tujuan dimaksud dapat tercapai diperlukan pendampingan oleh penyuluh pertanian.

Pelatihan PLEK bagi Penyuluh Pertanian dilaksanakan secara serentak di 6 (enam) UPT Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, selama 5 (lima) hari  mulai tanggal 8 sd. 12 Juli 2020 dengan peserta sebanyak 270 orang peserta.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang-Jawa Barat diantara yang ikut melaksanakan pelatihan ini. Sebanyak 60 orang hadir dalam pelatihan ini. Mereka  berasal dari kabupaten Pandeglang, Sukabumi, Garut, Kuningan, Purworejo, dan Banjarnegara terbagi dalam 2 (dua) angkatan.

Pelatihan di Lembang ini bertujuan untuk meningkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian pendamping dalam mengelola keuangan rumah tangga petani,  menyusun perencanaan biaya usaha tani, dan mengakses sumber-sumber dana usaha tani di perdesaan.

Pelatihan dilaksanakan dengan metode E-Learning dan metode LMS selama 5 (lima) hari dengan jam pelajaran (JP) sebanyak 40 JP.

Materi pelatihan meliputi: 1) Kebijakan Kementerian Pertanian dalam Ketahanan Pangan melalui IPDMIP: 2) Kebijakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dalam peningkatan kualitas SDM Pertanian; 3) Kebijakan Pelatihan melalui E-learning; 4) Kebijakan Penyuluhan Pertanian; 5) Produk dan layanan keuangan di pedesaan; 6)Pengelolaan keuangan usaha tani; 7) Perencanaan pembiayaan usaha tani dan 8) Pendampingan Pelatihan literasi dan edukasi keuangan ketua kelompok dan petani.

Pelatihan itu juga dimaksudkan sebagai upaya dalam peningkatan kapasitas bagi penyuluh pertanian dan pengetahuan bagi penyuluh pertanian terkait dengan literasi dan edukasi keuangan, yang akan diberikan dan untuk melatih serta membimbing kelompok sasaran proyek dalam pengelolaan keuangan dan mengakses sumber-sumber pembiayaan usahatani di pedesaan.

Reporter : Joko Samiyono
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018