Friday, 07 August 2020


Kepala BPPSDMP Ingatkan Penyuluh Wajib Tahu Cara Kelola Keuangan

13 Jul 2020, 07:54 WIBEditor : Yulianto

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi saat pelatihan keuangan di BBPP Ketindan | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Meski bertugas di lapangan dan berinteraksi langsung dengan petani, penyuluh juga harus mengetahui cara mengelola keuangan/anggaran. Jika hal itu tidak dipahami, maka bisa menghambat program pemerintah.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedy Nursyamsi saat membuka Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) dalam program Integrated Participatory Development Management of Irrigation Project (IPDMIP) secara virual, beberapa waktu lalu.

Pelatihan digelar Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai salah satu UPT BPPSDMP yang telah diamanahkan  melakukan PLEK bagi penyuluh pertanian sebanyak 2 angkatan dengan jumlah masing-masing angkatan  20 orang. Peserta berasal dari Kabupaten Lumajang, Tuban, Ngawi, dan Banyumas.

Dalam arahannya Dedi mengingatkan, penyuluh harus mengetahu cara mengelola keuangan. Sebab, jika pengelolaan keuangan tidak beres bisa berbahaya. “Pengelolaan yang tidak baik, bisa menghambat program. Apalagi jika terjadi penyimpangan. Bukan hanya bisa menghambat, tetapi juga bisa menghancurkan petani, penyuluh, dan semuanya,” tegas Dedi.

Untuk itu, Dedi memberikan beberapa tips kepada penyuluh dalam mengelola keuangan. Pertama, pengelolaan keuangan harus dilakukan jujur dan berasal dari hati. Kedua, tertib administrasi. Dalam pengadministrasian harus tertib mengikuti prosedur, sesuai SOP dan juknis. “Tips ketiga adalah fleksibel, atau tidak boleh kaku. Jadi dalam pengelolaan keuangan ada fleksibilitas yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian, Momon Rusmono yang berkesempatan memberikan materi peningkatan ketahanan pangan melalui IPDMIP mengatakan, ketahanan pangan tidak hanya tugas Kementan, tetapi juga tugas banyak pihak. Baik perbankan, kementerian atau lembaga lain, perguruan tinggi atau akademisi, dan lainnya.

Pendapatan katanya, bisa meningkat apabila produktivtas dan produksi usaha tani meningkat. Pendapatan bisa meningkat jika layanan pasar tertata dengan baik. Artinya kita memiliki pasar yang jelas untuk menyaluran hasil produksi, hasil panen. “Tidak kalah penting adalah meningkatkan akses dan pelayanan keuangan. Untuk urusan ini, Kementan memiliki KUR pertanian yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Perlu diketahui, Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) merupakan salah satu program pelatihan yang mengintegrasikan kebutuhan pentingnya literasi dan pembelajaran keuangan bagi petani melalui pembinaan yang berkelanjutan dari penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah yang bersangkutan.

Pelatihan ini sebagai wujud perubahan ekonomi global yang menuntut pentingnya pencatatan, analisis dan pengelolaan keuangan yang berbasis pada data. Dengan demikian, manajemen terbaik untuk keuangan yang didasari pada pondasi kesadaran, ketrampilan, perilaku  dan sikap dalam pengambilan keputusan individu agar tercapai keuangan yang sejahtera menjadi pintu utama.

Karena itu berbagai materi sebagai bekal menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan dan distandarkan agar tujuan utama tersebut dapat tercapai dengan lebih efektif, efisien dan menyenangkan. Salah satu aplikasi pembelajaran yang menyenangkan melalui virtual adalah pilihan paling tepat dalam kondisi pandemi covid -19.

Sebagai program yang berkelanjutan, peserta pelatihan dipersyaratkan adalah penyuluh pertanian baik PNS atau THL TB yang selama ini diberi tugas sebagai pendamping program Integrated Participatory Development Management of Irrigation Project (IPDMIP) di lapangan. Penyuluh juga diharapkan mempunyai laptop atau smartphone, bisa menggunakan aplikasi zoom serta mematuhi segala tata tertib yang ditetapkan penyelenggara agar berjalan  lancar.

 

 

 

Reporter : Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018