
BBPP Ketindan gelar PLEK program IPDMIP
TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Pengelolaan keuangan negara memiliki resiko tinggi. Jika salah, maka akan berdampak terhadap program yang telah direncanakan. Agar tak salah dalam mengelola keuangan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menggelar Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) bagi penyuluh pertanian baik penyuluh ASN maupun THL TBPP.
Sebagai salah satu UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), BBPP Ketindan melakukan pelatihan dalam 2 angkatan dengan jumlah masing-masing angkatan 20 orang. Peserta berasal dari Kabupaten Lumajang, Tuban, Ngawi, dan Banyumas.
Pelatihan yang berlangsung selama 5 hari ini, dibuka Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi, dari Kamis-Minggu (8-12 Juli 2020). Dalam arahannya, Dedi Nursyamsi mengatakan, penyuluh harus mengetahui cara mengelola uang.
“Jika pengelolaan keuangan tidak beres bisa berbahaya. Pengelolaan yang tidak baik, bisa menghambat program. Apalagi jika terjadi penyimpangan. Bukan hanya bisa menghambat, tetapi juga bisa menghancurkan petani, penyuluh, dan semuanya,” tutur Dedi.
Beberapa materi utama yang diberikan via online adalah berbagai kebijakan tentang program Kementan serta kebijakan pelatihan dan penyuluhan pertanian yang mendukung ketahanan pangan. Selain itu dasar pengetahuan dan ketrampilan teknis terkait literasi dan edukasi keuangan dimulai dari pencataan usaha tani, pengelolaan keuangan rumah tangga.
Penyuluh juga mendapat pelajaran mengenai konsolidasi pengelolaan keuangan usaha tani tahunan dan pengenalan produk layanan keuangan perdesaan. Materi lainnya adalah bagaimana petunjuk pelaksanaan yang harus dilakukan penyuluh pertanian pendamping agar kelompok tani dan anggotanya dapat melakukan proses keuangan secara nyata dengan bimbingan dan pembinaan berkelanjutan.
Seluruh materi tersebut dapat diakses peserta di portal elearning.bbppketindan.com. Namun sebelumnya peserta harus mengakses Learning Manajemen System (LMS), excel berbasis smartphone atau geogle form yang dimanfaatkan oleh BBPP Ketindan sebagai fasilitasi pelatihan.
Karena proses pelatihan elearning ini merupakan model pelatihan yang menggunakan teknologi informasi atau virtual, maka kemampuan dasar peserta adalah harus mengenal berbagai aplikasi smartphone seperti live chat, zoom meeting.
Selain itu pengisian pre test dan post test, proses pembelajaran online selama 5 hari, baik saat proses pelatihan. Ddiskusi dan penugasam memiliki resiko kelulusan atau kesempatan peserta untuk mendapat sertifikat setelah dihitung kelayakannya dengan nilai minimal 70.
Penilaian tersebut merupakan nilai integrasi yang diberikan oleh widyaiswara selaku pelatih atau fasilitator atau nara sumber, tim evaluasi dan masukan dari penyelengara pelatihan. Tujuan akhir dari PLEK adalah peningkatan kesejahteraan melalui keuangan individu dapat dirasakan manfaatnya setelah edukasi dan literasi dilakukan sebagai kebutuhan dalam mengelola keuangan rumah tangga usaha tani secara profesional.