Sunday, 29 November 2020


Kostratani Gerakkan Percepatan Pembangunan Peternakan NTT

18 Jul 2020, 06:45 WIBEditor : Ahmad Soim

Pengembangan Kostratani di NTT | Sumber Foto:Joko S

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Komando Strategis Pembangunan Pertanian  (Kostratani) terus bergerak mendukung pembangunan pertanian di berbagai wilayah Indonesia di berbagai sektor pertanian. Di NTT, Kostrarani mendukung dan menggerakkan penyuluh untuk terlibat dalam percepatan pembangunan peternakan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengembangkan program Kostratani untuk menjadikan pertanian Indonesia yang modern, maju dan mandiri yang bergerak di tingkat kecamatan seluruh Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Dedi Nursyamsi  di NTT mengatakan untuk penyediaan pangan bagi 267 Juta jiwa penduduk Indonesia,  diperlukan kolaborasi dalam pengawalan dan pendampingan program utama pembangunan pertanian di berbagai wilayah dan berbagai sektor pertanian, termasuk di tingkat kecamatan melalui Kostratani.

"Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) sebagai salah satu program untuk percepatan pembangunan pertanian harus terus dioptimalkan sebagai Pusat Kegiatan Pembangunan tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)," tambah Kepala Badan PPSDM Pertanian yang diwakili Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Leli Nuryati.

Dalam pertemuan Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan yang dilaksanakan di Hotel Aston, NTT (17/7), Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Leli Nuryati mengajak Kepala Dinas Pertanian/Peternakan/Ketahanan Pangan, sebanyak kurang lebih 150 orang yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, dari 22 Kabupaten/kota dan undangan lainnya, untuk menggerakkan penyuluh dan penyuluhan dalam mendukung percepatan pembangunan peternakan di NTT.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, menyampaikan selalu memberikan dukungan dan akselerasi percepatan pelaksanaan program-program utama Ditjen Peternakan dengan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian di masing-masing wilayah kerja kecamatan/BPP.

Para penyuluh pertanian diharapkan dapat optimal dalam pengawalan dan pemdampingan program mulai dari penyusunan CP/CL, RDKK, Memonitor Bantuan Saprotan, Mendampingi Petani Dalam Mengimplentasi Program Utama Pembangunan Pertanian, dan Melaporkan Kegiatan Program Utama Pembangunan Pertanian.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) sebagai upaya optimalisasi fungsi, tugas, dan peran BPP sebagai Pusat data dan Informasi, Pusat Kegiatan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis dan Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan untuk mendampingi dan mengawal program pembangunan pertanian, inilah yang menjadi titik tolak dibentuknya kostratani.

Pada tahun 2019, Kostratani dibentuk di 34 Provinsi, 100 di Kabupaten dan 400 di kecamatan, untuk mewujudkan pemenuhan pangan nasional dengan penyediaan sarana prasarana, kelembagaan, kapasitas SDM, dan penyelenggaraan pembangunan pertanian di kecamatan berbasis Teknologi Informasi.

Bagi Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan yang belum dibentuk kostratani akan terus diupayakan pembentukannya, agar pendampingan program pembangunan pertanian utamanya komoditas peternakan lebih optimal.

Reporter : Joko Samiyono
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018