Sunday, 09 August 2020


Kostratani Gerakkan BPP Percepat Pembangunan Pertanian di Manggarai Barat

20 Jul 2020, 09:46 WIBEditor : Ahmad Soim

Penyuluh di BPP di Kab Manggarai Barat NTT | Sumber Foto:Joko S

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Manggarai Barat -  Para penyuluh pertanian di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) digerakkan untuk dapat optimal dalam pendampingan dan pengawalan program pembangunan pertanian, mulai dari penyusunan CP/CL, RDKK, memonitor bantuan Saprotan, mendampingi petani dalam mengimplementasi program utama pembangunan pertanian, dan melaporkan kegiatan program utama pembangunan pertanian.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengembangkan program Kostratani untuk menjadikan pertanian Indonesia yang modern, maju dan mandiri yang bergerak di tingkat kecamatan seluruh Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 Juta jiwa penduduk Indonesia, diperlukan kolaborasi dalam pelaksanaan pembangunan pertanian.

Salah satunya melalui kegiatan IPDMIP di Kabupaten Manggarai Barat antara lain meliputi: Sekolah Lapang (SL) Petani, Sharing Petani ke Petani, Pertemuan Bulanan, Penghargaan Untuk Petani dan Penyuluh, Demonstrasi Equipment (Berupa Pengadaan Alat Tanaman dan Penyiangan Gulma), Kunjungan Lintas Pedesaan dan Demontrasi Even.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di kecamatan, suatu unit kerja non Struktural, berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi para Penyuluh Pertanian harus mampu mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan pembangunan pertanian di Wilayah Kecamatan dengan stake holder.

Selain itu, BPP sebagai Pusat Data dan Informasi Pertanian; Pusat Pembelajaran; Pusat Konsultasi Agribisnis; dan Pusat Pengembangan Kemitraan Usahatani dengan memanfaatkan manajemen IT, BPP juga harus mampu mengawal kegiatan pembangunan pertanian di Kecamatan, salah satunya pemdampingan dan pengawalan Program Pembangunan Pertanian,  dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan, hal tersebut sangat membutuhkan peran optimal BPP.

Optimalisasi fungsi, tugas dan peran BPP sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) menjadi Pusat data dan Informasi, Pusat Kegiatan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis dan Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan untuk mendampingi dan mengawal program pembangunan pertanian, inilah yang menjadi titik tolak dibentuknya kostratani.

Untuk itu, BPP diharapkan juga dapat mendorong peningkatan mutu dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian yang akhirnya dapat meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian, membangun keswadayaan dan kemandirian petani melalui Program IPDMIP.

Reporter : Joko Samiyono
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018