Thursday, 06 August 2020


BeTa Antivir karya THL-TBPP Malang, Probiotik Alami Tingkatkan Imunitas

22 Jul 2020, 08:18 WIBEditor : Gesha

BeTa Antivir ala THL-TBPP Malang, Agus | Sumber Foto:Kiswanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Peningkatan imunitas menjadi kunci penting dalam menghalang penyebaran virus di tubuh manusia. Kali ini dengan kreativitas dari probiotik alami tanaman, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluhan Pertanian (THL-TBPP) Malang bisa menciptakan BeTa Antivir.

Salah satu solusi untuk membantu kesembuhan dari serangan penyakit atau karena fungsi organ yang sudah menurun, adalah dengan memanfaatkan bahan herbal dan alami (hewan air, hewan darat, batuan alam) yang dikonsumsi baik sebagai obat herbal atau sebagai makanan kesehatan.

Kelebihan dari bahan herbal maupun alami disamping zat herbal dan nutrisi yang terkandung didalamnya adalah kehadiran mikroorganisme lokal, yakni mikroba spesifik yang hanya terdapat pada bahan tersebut di lokasi tertentu.

Mikroba lokal inilah yang disebut sebagai MOL (Mikroorganisme Lokal). MOL ikut membantu proses pembentukan tanaman herbal dan menyediakan nutrisi yang sesuai bagi tanaman tertentu. Artinya, meskipun tanaman herbal tersebut bersifat antibiotik, MOL ini sudah beradaptasi dengan zat antibiotik yang ada di dalam tanaman tersebut, sehingga MOL ini memiliki kemampuan untuk mengurai zat-zat antibiotik lainnya yang berasal dari obat-obatan kimia atau zat racun yang dihasilkan oleh patogen.

Bahkan, MOL ini juga mampu untuk membunuh mikroba lain yang menghasilkan racun dan bersifat penyakit bagi makhluk hidup lainnya. Maka dari itu, MOL ini diklasifikasikan sebagai mikroba Probiotik.

Inilah yang menjadi latar dari seorang THL TBPP asal Malang, Agus Wagioni Basuki yang menciptakan BeTa Antivir. Saat ditanya bagaimana BeTa Antivir diproduksi sebagai peningkat imunitas tubuh dan disinfektan alami, Agus memiliki keyakinan bahwa ini bisa sebagai salah satu alternatif dari seribu alternatif lain.

Agus memaparkan BeTa Padat Antivir kemasan 100 gram terlebih dahulu diaktifkan menjadi Probiotik cair sebanyak 5 liter dan 3 hari kemudian bisa dikonsumsi oleh seluruh keluarga. "Setiap anggota  keluarga wajib minum 1/4 gelas (50 ml), sehari 3x," tambahnya.

Dalam mengaktifkan probiotik cair dalam BeTa Antivir ini menggunakan air kelapa muda 2 buah dan ditambahkan air mineral hingga mencapai 5 liter. Kemudian larutan ditambahkan dengan jus buah naga 1 butir dan ditambahkan madu murni 100 ml. 

"Larutan tersebut kemudian disimpan dahulu 3 hari agar terfermentasi dengan baik. Saring dahulu sebelum diminum," tambahnya. 

Sedangkan untuk aplikasi disinfektan alami, setiap bungkus 500 gram bisa diaktifkan menjadi disinfektan cair sebanyak 20 liter. "Cara mengaktifkan adalah sebagai berikut starter disinfektan alami (BeTa Antivir) 500 gram, air mineral 18 liter, gula merah 500 gram, boleh ditambah jus herbal seperti serai, sirih merah, kunir putih, buah naga dengan total herbal cukup 1kg. Ramuan ini dicampur semua dan dimasukkan ke dalam galon aqua 20 liter. Biarkan dulu terfermentasi selama 24 jam," tutup Agus mengakhiri penjelasannya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si menyatakan apresiasi yang mendalam atas kinerja salah satu penyuluhnya tersebut.

“Terima kasih kepada penyuluh yang ada di lapangan. Saya memberikan apresiasi yang luar biasa karena penyuluh banyak yang memiliki inovasi yang tiada henti. Tentu ini harus dibawa ke arah yang baik/ bermanfaat lebih besar. Harus ada kajian-kajian lebih lanjut, dan saya memberikan dukungan sepenuhnya kepada semua penyuluh untuk berinovasi,” tutup Kadinas.

BeTa Antivir tentu bukan satu-satunya produk anak bangsa di tengah pandemi covid-19. Ini adalah satu dari sekian banyak temuan yang semangatnya sama yaitu, mencari obat penguat imunitas tubuh yang bisa diaplikasikan untuk banyak penyakit yang dewasa ini makin banyak, dan salah satunya adalah covid-19.

Kata kunci dari inovasi ini adalah ramuan fermentasi probiotik berbasis tanaman herbal nusantara sebagai disinfektan alami dan jamu peningkat imunitas tubuh. Semangatnya adalah pemanfaatan potensi aneka tanaman herbal sebagai kekayaan lokal dan aplikasi teknologi yang up to date. 

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018