Sunday, 09 August 2020


Kelembagaan Penyuluh harus Diperkuat

23 Jul 2020, 19:59 WIBEditor : Yulianto

Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muahmmad (tengah) menerima cinderamata dari Ketua Umum Perhiptani, Isran Noor | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang---Meski Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Nasional (Bakorluh) telah dibubarkan, namun peran penyuluh pertanian masih sangat penting sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. Apalagi kondisi saat ini Indonesai juga menghadapi ancaman krisis pangan.

“Saya merasakan jika kita ingin cepat meningkatkan produksi, dengan mereka (penyuluh) paling gampang,” kata Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad saat FGD Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) di Serang, beberapa waktu lalu.

Fadel mengungkapkan, saat dirinya menjadi Gubernur Gorontalo ternyata keberhasilan meningkatkan produksi jagung salah satunya karena peran penyuluhan yang memberikan pendampingan kepada petani. “Penyuluh itu penting, rakyat petani dan nelayan perlu bimbingan,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman saat ingin menggenjot produksi jagung di Gorontalo hingga 1 juta ton, Fadel saat itu merekrut hampir 300 mahasiswa dari Makassar yang baru lulus kuliah untuk membimbing petani. Kemudian dia juga meminta Kementerian Pertanian membantu benih jagung.

Dampaknya sangat terasa dengan bimbingan, produktivitas jagung naik dari 4 ton menjadi 6 ton/ha pada tahun pertama, kemudian pada tahun kedua naik lagi menjadi 8 ton/ha. “Produksi naik dengan cepat. Apa yang terjadi dalam dua tahun mereka sudah bisa beli motor. Intinya apa, penyuluh penting. Kenaikan luar biasa, kata kunci adalah penyuluhan,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum Perhiptani, Isran Noor juga mengakui, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tahun 1984 tidak lepas dari peran penyuluh pertanian  dalam mendorong program Bimas. Bahkan hasil evaluasi World Bank ternyata peran penyuluh pertanian mencapai 65 persen terhadap keberhasilan swasembada beras.

Isran menilai upaya memperkuat peran penyuluh pertanian melalui UU 16 Tahun 2006 tentang tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, ternyata bukan peran penyuluh bertambah bagus, bahkan jumlah penyuluh PNS tinggal 35 persen.

UU lain bisa dijalankan, kenapa UU penyuluhan pertanian tidak masuk dalam bagian UU No 23 tahun 2014. Bahkan kelembagaan penyuluhan di tingkat  kabupaten hanya eselon 2, bahkan ada yang tingkat kepala seksi. Bagaimana mau berkembang. penyuluhnya?” tutur Isran yang kini menjadi Gubernur Kalimantan Timur.

Karena itu Isran menegaskan, kita harus mencari peluang untuk penyuluh agar pertanian bisa terus berkembang. Bukan hanya komoditas pangan, tapi komoditas lainnya. Apalagi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia  (FAO) memperkirakan harga pangan akan terus naik karena ancaman krisis pangan.

Bahkan, negara produsen beras seperti Vietnam, India dan Thailand, sudah bersiap menahan produksinya. Negara tersebut produktivitas kini turun. Indonesia produktivitas juga turun, belum lagi masalah lainnya yang menghambat peningkatan produksi pertanian di dalam negeri.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018