Thursday, 06 August 2020


Gorontalo Siap Laporan Mingguan Pelaksanaan  Program Utama Kementan  

28 Jul 2020, 09:13 WIBEditor : Ahmad Soim

Rakor pangan di Gorontalo | Sumber Foto:IS

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gorontalo - Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo (SYL). menyatakan Kementerian Pertanian sudah seharusnya  mengetahui daerah mana yang surplus dan mana yang negative pangan.

“Agar dapat mengecek persediaan di level  masing-masing kabupaten/kota maupun provinsi. Apabila ada kabupaten/kota yang masih dianggap minus, maka diharapkan provinsi lebih berperan agar kabupaten/kota yang surplus bisa mensuplai wilayah yang dianggap minus,” tambah Mentan SYL.  

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi mengatakan sangat penting bagi tenaga lapangan terutama dalam situasi covid 19 ini, terjun langsung bersama petani menyediakan pangan. “Kalau suatu bangsa bisa menyediakan pangan, bangsa tersebut akan eksis, maka pertanian tidak boleh berhenti mesikupun ada pandemic Covid-19,” tambahnya.

Rapat Koordinasi (Rakor) terkait ketersdiaan pangan, target dan percepatan  Kegiatan Utama Kementerian Pertanian  tahun 2020 di Provinsi Gorontalo dilakukan pada 27 Juli 2020. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Lely Nuryati,  diwakili oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Riza Fachrizal hadir sebagai naras umber dalam Rakor ini.

Peserta Rakor ini Kepala Bidang Penyuluhan  Dinas Pertanian Prov Gorontalo dan jajarannya, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bidang Penyuhan lingkup Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pertanian Prov Gorontalo, Mulyadi D. Mario saat membuka Rakor ini mengatakan melalui tugas kita yaitu pendampingan dan pengawalan terutama penyediaan khususnya 11 komoditi pangan strategis harus dijaga ketersediaannya. Untuk mengetahui ketersediaan pangan di Gorontalo khususnya di masing-masing kabupaten/kota memerlukan pelaporan data ke Kementerian Pertanian melalui aplikasi laporanutama.pertanian.go.id.

Kepala Pusat Penyuluhan diwakili Riza Fachrizal menyampaikan data dari daerah bisa dikumpulkan BPP Model Kostratani.  BPP Bone Pantai dibangun sebagai Model BPP Kostratani. Selanjutnya seluruh BPP yang ada Kab Bone Bone Bolango,  diharapkan menjadi Model BPP Kostratani. Untuk itu perlu dukungan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Provinsi, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango, InsyaAllah  kami akan menganggarkan dukungan untuk kostratani tahun 2021 “ ungkap Rizal”

 Tentang capaian luas tanam di Provinsi Gorontalo  pada bulan Juli 3.169 ha, atau 49,24 persen dari target 6.436 ha, capaian realisasi tanam Januari s/d Juli 2020 34,564 ha atau 82,0 persen dari target 42,106 ha. Sedangkan capaian luas tanam jagung 10,514ha atau 208,69 dari target 5038 ha, capaian realisasi tanam jagung Januari s/d Juli 188,770 ha atau 98,15 persen dari target 192.331 ha.

Ketersediaan bahan pangan Gorontalo untuk bulan Juli:  beras, 7.899 ton dengan kebutuhan 11.660 ton depisit 3.761 (sisa yang ada di gilingan 655.600).  Peningkatan produksi dan koordinasi dengan provinsi lain untuk memenuhi kekurangan tersebut dilakukan.

Kebutuhan pangan lainnya  berupa gula apasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan lainnya suplus.   

 

 

 

Reporter : Inang Sariati PPS
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018