Saturday, 15 August 2020


Mulyono Machmur: Peran Penyuluh Harus Tetap Hidup Dampingi Petani

29 Jul 2020, 16:52 WIBEditor : Yulianto

Mulyono Machmur (kanan) bersama Ketua Umum Perhiptani, Isran Noor | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Berbagai kebijakan pemerintah selama lima tahun terakhir telah membuat posisi kelembagaan penyuluhan menjadi lemah. Namun demikian, peran penyuluh pertanian sebagai pendamping petani harus tetap hidup.

Ketua Dewan Pembina Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) Mulyono Machmur menilai, kebijakan pemerintah yang kurang berpihak terhadap penyuluh pertanian telah membuat demotivasi bagi penyuluh dalam melaksanakan tugas. Padahal peran penyuluh selama ini sangat dirasakan manfaatnya bagi petani.

“Terbukti ketika anggaran untuk sektor pertanian, produksi pangan tetap naik. Ini sebenarnya buah dari kerja keras penyuluh masa lalu,” ujarnya kepada Tabloidsinartani.com di Jakarta, Rabu (29/7).

Namun Mulyono mengkhawatirkan, demotivasi penyuluh akan berdampak pada proses pendampingan kepada petani, terutama dalam mengatasi persoalan di lapangan. Misalnya, ketika petani menghadapi masalah kesulitan mendapatkan subsidi pupuk, adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan, anjloknya harga dan masalah lainnya.

“Kalau sampai petani merasakan penyuluh tidak bisa membantu menyelesaikan masalah petani, saya khawatir mereka menganggap bahwa tak lagi ada kehadiran penyuluh,” tuturnya.

Padahal dalam kondisi seperti saat ini adanya pandemic Covid-19 dan ancaman krisis pangan, Mulyono menganggap petani masih sangat membutuhkan kehadiran penyuluh pertanian sebagai mitra kerja mereka.

“Karena itu belajar dari pengalaman, kita tidak boleh larut terhadap persoalan yang ada. Penyuluh harus bangkit damping petani sebagai pelaku usaha,” ujarnya.

Metode penyuluhan

Ke depan dengan makin berkembangnya teknologi informasi, Mulyono mengakui, metode penyuluhan harus juga berubah sesuai perkembangan zaman, tidak lagi konvensional tapi sudah menerapkan teknologi informasi. Pertanyaannya memang sejauh mana kemampuan petani menerapkan dan mengakses teknologi tersebut.  

“Diperlukan rekayasa metode penyuluhan supaya interaksi penyuluh dengan petani tetap berjalan baik,” kata Mulyono yang pernah menjadi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian.

Apalagi lanjut Mulyono, penyuluhan pertanian tidak sebatas ilmu yang disampaikan ke petani, tapi bagaimana petani juga terampil dalam menerapkan teknologi baru yang disampaikan penyuluh. Selain itu juga dengan penyuluhan bisa mengubah sikap mental petani dari yang sebelumnya tidak tanggap menjadi tanggap terhadap peluang usaha.

Mulyono melihat, peran penyuluh pertanian sangat berbeda dengan penyuluhan kesehatan atau hukum. Penyuluhan kesehatan tujuannya adalah agar masyarakat sadar terhadap masalah kesehatan, bukan sampai masyarakat mahir. Begitu juga tugas penyuluhan hukum adalah sampai pada masyakarat sadar terhadap hukum. “Tugas penyuluh pertanian, bukan hanya sadar, tapi petani menjadi ahli dibidangnya,” tegasnya.

Karena itu agar petani bisa mengadopsi inovasi menurut Mulyono mengatakan, ada tahapan yang perlu dilalui. Dari mulai membuat awarness (sadar), kemudian petani menjadi interest (berminat), lalu dilakukan ujicoba, aplikasi dan pembuatan replika.

“Jadi dalam penyuluhan tidak boleh berhenti sampai petani sadar, tapi juga petani bisa mereflikasikan di lapangan. Penyuluh itu bukan hanya tranfer teknologi, tapi bagaimana teknologi itu diterapkan petani,” tuturnya.

Karena itu, syarat seorang penyuluh harus mengerti persoalan teknis, memiliki ilmu mengajar dan mau hidup di desa. Bagaimana penyuluh bisa memotivasi petani agar mempunyai jiwa entrepreneur dan membangun manajerial kelompok tani. “Banyak hal yang bersifat soft skill, tidak hanya hard skill yang dimiliki penyuluh,” ujar Mulyono.

Hal lain yang perlu Mulyono ingatkan adalah penyuluh bisa meniru peran guru sekolah. Artinya, penyuluh harus tetap hadir di petani, meski tidak ada program atau proyek dari pemerintah. Seperti tugas guru yang selalu datang mengajari muridnya setiap hari.

“Sesungguhnya penyuluh itu punya tugas mulia untuk mencerdaskan petani, seperti guru mencerdaskan anak-anak muridnya. Penyuluh juga bisa menghadirkan keteladanan di petani,” pesan Mulyono.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018