Wednesday, 23 September 2020


Poktan Suka Karya, Dari Hidroponik Berlanjut ke Sambal

03 Aug 2020, 20:32 WIBEditor : Gesha

Poktan Suka Karya dan Sambal Juna | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Memiliki usaha dan berkembang adalah impian setiap orang. Jika satu usaha sudah mapan tentu ada keinginan untuk mengembangkan usaha lain dan memiliki keterkaitan dengan usaha pertama. Gambaran ini dapat kita jumpai pada Poktan Suka Karya di Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. 

Merintis usaha sayur hidroponik, Poktan Suka Karya di Kabupaten Malang mulai melakukan ekspansi usaha ke produk baru yaitu sambal. Mengapa memilih sambal?Sebab Lalapan sayur plus sambal bisa jadi makin diminati apalagi saat perut lapar.

Dengan motor penggeraknya adalah Mujani dan Junaidi, Poktan Suka Karya melihat komoditas cabai memiliki keunikan tersendiri. "Cabai itu harganya berpola dalam kurun waktu tertentu dan jika sedang beruntung, maka hasilnya bisa sangat memuaskan. Pada kondisi sebaliknya, harga cabai bisa jatuh dan petani bisa rugi banyak. Untuk menyiasati kondisi harga jatuh, sebagian petani memilih strategi membuat olahan dengan bahan dasar cabai, salah satunya adalah sambal," beber Junaidi.

Apalagi untuk sebagian sambal mania, aneka variasi sambal diminati untuk meningkatkan gairah makan. Terlebih cabai dan aneka bahan lain untuk membuat sambal memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi. Hal ini tentu dibutuhkan disaat pandemi covid-19, nikmat dikonsumsi dan bermanfaat meningkatkan imunitas tubuh.

"Kita tanam cabai, mulai dari cabai merah kecil dan cabai merah keriting. Sedangkan dalam skala lebih luas, Kecamatan Kalipare, dibeberapa lokasi juga memiliki potensi cabai yang bisa ditanam sepanjang tahun. Saat harga cabai merah kecil Rp 5000 per kilo beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman memutuskan untuk membuat produk sambal," jelasnya.

Kini, sambal yang diberi nama Sambal Juna ini sudah sampai ke Hongkong. "Disana cukup banyak TKW (tenaga kerja wanita), yang asli dari Kecamatan Kalipare dan kabupaten Malang secara umum menjadi konsumen produk kita," tambahnya.

Penyuluh Pertanian Pendamping Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare, Sampuri, SP menambahkan pembuatan sambal menjadi langkah tepat untuk poktan mengembangkan diri menjadi skala komersial.

Apa yang sudah dirintis oleh Mujani, Junaidi dan Poktan Suka Karya di Desa Sukowilangun Kecamatan kalipare Kabupaten Malang adalah satu langkah konkrit untuk merespon dua situasi yang tidak mudah untuk dilalui, yaitu harga cabai yang jatuh beberapa waktu yang lalu dan kondisi pandemi covid-19 yang mengharuskan setiap orang untuk ekstra waspada.

Karenanya, upaya manajemen ’hulu-hilir’ komoditas cabai yang potensial diperlukan dengan membaca pasar di saat pandemi. Langkah ini juga mempertegas semangat untuk lebih menggunakan produk dalam sendiri, menggunakan produk lokal namun berkualitas serta menggunakan produk dari petani kita sendiri.

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018