Monday, 28 September 2020


Kostratani, Perkuat Produksi dan Koordinasi Pertanian di Lapangan

03 Aug 2020, 21:11 WIBEditor : Gesha

Kostratani | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) diharapkan mampu memperkuat produksi dan koordinasi stakeholder pertanian seperti penyuluh, petani dan pelaku usaha di tingkat lapangan melalui media digital.

"Kita sebagai insan pertanian patut bersyukur karena sektor pertanian tergolong sektor yang tangguh dan tetap bisa survive dalam menyediakan pangan bagi masyarakat dalam masa pandemi COVID 19 ini," tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pada pertemuan di Ciawi (3/8).

Prof Dedi menyoroti, digitalisasi juga semakin penting dan merubah kebiasaan masyarakat. Bahkan menjadi lebih produktif. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan digitalisasi untuk memperkuat produksi dan koordinasi hingga ke lapangan.

"Salah satu program utama Kementan adalah Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dimana BPP menjadi sarana untuk menghubungkan petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian dapat terhubung secara digital," tegasnya.

Karena itu, Prof Dedi mengajak seluruh elemen untuk tetap optimis dan semangat untuk membangun Kostratani. "Bulatkan tekad yang kuat untuk mewujudkan kostratani di seluruh BPP.  Mulai petakan BPP yang mudah untuk dijadikan zona hijau memenuhi syarat untuk dijadikan model BPP Kostratani. Manfaatkan sarana prasarana yang ada untuk meningkatkan produktivitas dalam meningkatkan fungsi dari BPP", tegasnya.

BPPSDMP sendiri di tahun 2020 ini menargetkan ada  2446 Balai Penyuluhan Pertanian sebagai Model BPP Kostratani dan bisa menjadi contoh dari ciri pertanian maju, mandiri, dan modern yang dipraktikkan oleh petani di wilayah kerja BPP Kostratani tersebut.

“Kita terus mengawal proses transformasi BPP menjadi Model BPP Kostratani sebagai benchmark bagi BPP lain yang akan bertransformasi menjadi BPP Kostratani,” tuturnya. 

 

BPP sebagai center of knowledge juga diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu dari penyuluh pertanian kepada petani diwilayah kerjanya.

"Sudah saatnya petani dan penyuluh memanfaatkan teknologi digital. Bila penyuluh pertaniannya cerdas, bisa dipastikan para petaninya juga cerdas. Bila kompetensi penyuluhnya menguasai sisi hulu, bisa dipastikan para petaninya juga akan menerapkan cara budidaya yang baik," tukasnya. 

Di sisi lain, interkonektivitas secara digital  juga akan memudahkan para pengambil kebijakan di Kementan maupun pemerintah daerah untuk bertindak cepat memberikan respon terhadap perkembangan yang berlangsung di lapangan. Untuk itu BPP Kostratani sebagai pusat data statistik terhubung dengan AWR.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan hadirnya program  Kostratani bertujuan membangun ekosistem pertanian lewat digital. “Ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pendekatan yang baru, lebih modern,” ucap Mentan.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk bekerja luar biasa (extra-ordinary), tetap semangat dalam segala kekurangan, "Mari sama-sama melakukan terobosan-terobosan, untuk mensupport program-program utama Kementan," pungkas Mentan SYL.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018