Monday, 21 September 2020


Dorong Mandiri Pangan Perkotaan, Kostratani Sinergi dengan Petani Urban

05 Aug 2020, 15:57 WIBEditor : Gesha

Pertanian urban di Yogyakarta | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Kemandirian dan kedaulatan pangan tak hanya dilakukan di perdesaan saja. Masyarakat urban kini pun sudah mulai melek kebutuhan sendiri. Karena itu, Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang berada di wilayah perkotaan sebaiknya bersinergi dengan petani urban.

“Sekarang sudah banyak kampung yang memiliki karakteristiknya, seperti berbasis budaya pertanian yang nantinya akan  diintegrasikan dengan pariwisata," ungkap Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi ketika berkunjung langsung ke Kampung Blunyahrejo, Karangwaru Yogyakarta, Selasa (4/8).

Ketua Pengurus Kelompok Tani Urban di Kampung Blunyahrejo, Karangwaru Yogyakarta, Pratito menuturkan kampung petani urban tersebut diberi nama  “Kampung Markisa”. Kampung Markisa merupakan slogan kepanjangan dari Mari Kita Bersatu, Bersama dan Bisa. "Tak hanya slogan semata, kedepannya kami akan  membuat wilayahnya sebagai sentra buah markisa dan aneka olahannya," tambah Pratito.

Selain itu, di Kampung Markisa para anggota kelompok tani juga memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam. Di lahan seluas ribuan meter persegi itu merupakan milik warga yang statusnya pinjam pakai ini kami mencoba untuk menanam berbagai komoditas pertanian yang dapat dikonsumsi sehari-hari seperti sayuran. Ini merupakan panen perdana secara massal yang hasilnya dijual kepada warga sekitar.

Upaya untuk menjadikan perkotaan mandiri dan berdaulat pangan juga diapresiasi oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang yang datang ke untuk  Launching Sistem Pertanian Perkotaan Terintegrasi Berwawasan Lingkungan.

Direktur Polbangtan Yogyakarta, Rajiman menyatakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional perlu dukungan dari berbagai pihak. "Kelompok tani urban ini akan kami tindak lanjuti untuk bersinergi dengan kegiatan utama Kementan yaitu Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani)," ungkapnya.

Untuk diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di berbagai kesempatan menyatakan program Komando Strategis Pertanian (Kostratani) digulirkan untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam menggerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan jika Kementerian Pertanian  (Kementan) akan terus memperkuat peran Kostratani. “Sebab, Kostratani mengimplementasikan program-program Kementerian Pertanian. Kegiatannya langsung bersinggungan dengan petani di lapangan. Di Kostratani ini juga petani bisa mendapatkan informasi atau mendapatkan penyuluhan agar hasil pertaniannya lebih maksimal,” tuturnya.

Dari segi sumberdaya manusia, kegiatan Kostratani ini tidak hanya melibatkan penyuluh di kecamatan saja tetapi juga peran aktif dari petani itu sendiri, termasuk petani urban di perkotaan. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga seringkali mengajak seluruh petani dan penyuluh untuk tetap melaksanakan olah tanah, tanam dan panen. Tak hanya itu, Dedi pun menekankan agar seluruh pihak memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami komoditas pertanian. “Jangan biarkan sejengkal tanah pun kosong, manfaatkan dengan menanami dengan berbagai komoditas pertanian yang mudah di tanam dan cepat panen," ajaknya.

 
Reporter : LELY
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018