Saturday, 19 September 2020


Kostratani + Program YESS, Hasilkan Wirausaha Muda Pertanian

07 Aug 2020, 07:57 WIBEditor : Gesha

Wirausahawan muda pertanian diharapkan bisa hadir dari pembinaan antara Kostratani dan Proram Yess | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Kolaborasi terus dilakukan untuk bisa menghasilkan SDM Pertanian yang maju, mandiri dan modern. Salah satunya dengan kolaborasi antara Kostratani dan Program  Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) untuk bisa menghadirkan wirausahawan muda pertanian.

"Untuk mencapai target dan kondisi ideal bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional, maka dituntut tersedianya SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing dan jiwa wirausahawan. SDM pertanian dapat dihasilkan melalui Kostratani, karena pertanian identik dengan lahan sebagai sarana produksi yang terletak di wilayah kecamatan," beber  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi dalam setiap kesempatan.

Untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda pertanian khususnya di pedesaan Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan Investing in Rural People (IFAD) meluncurkan  program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). 

Program YESS merupakan proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui penyediaan fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda untuk menjadi wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian. 

Untuk mempercepat regenerasi petani maka Kementan mensinergikan program YESS dengan  program  utama Kementan yakni Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang melekat pada peran balai penyuluhan pertanian di kecamatan.

Selain itu Kostratani memiliki peran strategis  untuk mendampingi dan mengawal petani atau generasi muda yang memiliki minat untuk menekuni dan berusaha di sektor pertanian. 

"Peran Kostratani sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat data, pusat pembelajaran, pusat jejaring dan kemitraan serta konsultasi agribisnis diharapkan mampu untuk meningkatkan minat generasi muda di pedesaan untuk terjun menekuni sektor pertanian hingga nantinya menjadi wirausaha-wirausaha muda pertanian yang sukses," papar Prof Dedi optimis.

Pada pertemuan  penyusunan kegiatan dan anggaran program YESS 2020 di Bogor, Kamis (6/8) Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) selaku Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa program YESS diharapkan akan menjadi model untuk pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian tak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara anggota IFAD.

“Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang baik dengan melakukan sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha serta lembaga sosial terkait. Mengingat program ini baru maka sangat perlu dilakukan sosialisasi, promosi serta penyamaan persepsi kepada semua pihak terkait konsep, tatakelola serta aturan yang perlu dipenuhi oleh pelaksana maupun pihak terkait lainnya," papar Santi.

Menurut Santi, YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan untuk bertani, berbudidaya yang baik, cara memanen dan penangananan paska panen yang baik.

Tak hanya itu, perlu dibangun jejaring kemitraan dengan unit kerja Kementan lainnya seperti BPP, P4S, Badan Litbang Pertanian, Badan Karantina yang berada di lokasi program YESS. 

 

Dalam acara yang dilakukan secara tatap muka dan virtual dan dihadiri oleh penanggung jawab program YESS baik pusat maupun daerah (Jabar, Jatim, Sulsel dan Kalsel), Kapusdiktan yakin dengan adanya kolaborasi apik antara Kostratani dan program YESS akan mempercepat lahirnya wirausahawan-wirausahawan  muda pertanian yang handal, mandiri dan mampu berdaya saing tak hanya di dalam negeri tetapi juga dunia.

 

 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018