Wednesday, 30 September 2020


Terbukti Berkualitas, Lulusan Polbangtan Kembali Direkrut Dunia Industri

08 Sep 2020, 07:22 WIBEditor : Gesha

Kualitas alumni Polbangtan Bogor terbukti dalam pendampingan langsung ke masyarakat | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor - - - Kualitas dari lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sudah tidak diragukan lagi oleh dunia usaha dan dunia industri. Buktinya, banyak lulusannya yang direkrut menjadi tenaga profesional bidang pertanian. 

Ayu Yulia Azie merupakan salah satu alumni Polbangtan Bogor lulusan tahun 2019 yang diserap oleh DU/DI dan saat ini bekerja pada Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). 

YDBA merupakan yayasan yang didirikan oleh William Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi "berikan kail bukan ikan". YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan secara aktif dalam membangun bangsa. 

Rekrutmen yang dilakukan oleh YDBA telah dilaksanakan sejak alumni Polbangtan Bogor 2018, dan dilanjutkan oleh Ayu dan teman lainnya karena YDBA menganggap bahwa reputasi dari alumni Polbangtan sangat baik dan dapat bekerja pada YDBA. 

"Alumni Polbangtan yang berhasil direkrut oleh Astra pada YDBA akan melakukan pendampingan atau pembinaan kepada masyarakat sehingga ayu dan teman-teman lainnya terjun langsung pada masyarakat untuk mendampingi dan membina UMKM atau kelompok masyarakat lainnya," jelas Ayu. 

YDBA memiliki program khusus yang bernama SEKUNG (Sektor Unggulan). Saat ini Ayu ditempatkan di daerah Tabalong Kalimantan Selatan. Dimana Mayoritas mata pencaharian masyarakat Tabalong Kalimantan Selatan adalah sebagai penyadap karet dan penyadap pohon aren.

Menurut nya, sektor unggulan yang dilaksanakan di Tabalong adalah produksi gula semut aren. Gula semut aren diproduksi dengan berbagai varian rasa seperti gula aren kopi pasak bumi, gula aren temulawak, gula aren jahe merah, gula aren kunyit sirih dan gula aren kunyit asam sirih.

Kegiatan pendampingan dan pembinaan yang dilakukan di YDBA sejalan dengan pendidikan yang diterima di Polbangtan, karena kegiatan dilakukan dengan pendekatan langsung pada masyarakat. "Sejalan dengan basic pendidikan  sebagai penyuluh pertanian, kami telah terbiasa langsung menetapkan kepada petani, kini pada YDBA memiliki lingkup yang lebih luas yakni langsung diterapkan pada masyarakat (tidak hanya petani), jelas Ayu.

 

Selain program SEKUNG, Ayu juga membina UKM lain seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Ratu Zaleha yang mempoduksi sayur-sayuran serta mendirikan rumah makan dengan konsep sayuran yang diproduksi akan diolah dan dijual dalam rumah makan tersebut.

Tidak hanya itu disekitar rumah makan terdapat banyak kolam ikan yang juga dijadikan daya tarik untuk menarik minat konsumen, sehingga ikan yang dipesan oleh konsumen adalah hasil memancing yang dilakukan oleh konsumen tersebut.

Kualitas SDM

Potret Ayu sebagai lulusan Polbangtan yang direkrut oleh dunia usaha dan dunia industri merupakan bagian yang diharapkan kesuksesannya oleh Kementerian Pertanian. Sebab kondisi persaingan dan perkembangan yang begitu cepat, membutuhkan kontribusi pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. 

Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi menyatakan bahwa pendidikan vokasi menjadi solusi untuk penciptaan sumber daya manusia yang berkompetensi, berdaya saing, dan siap bekerja profesional. Pendidikan vokasi yang ada harus diperluas aksesnya, diberikan kesempatan yang besar kepada seluruh warga negara untuk mendapatkan akses keterampilan melalui pendidikan vokasi. 

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasinya. Kementan memiliki 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), 1 Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) dan 2 Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMKPP) yang tersebat di seluruh di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) SYL mengatakan bahwa SDM pertanian harus dibentuk dengan karakter yang baik, ucapan yang santun, perilaku yang mencerminkan umat yang beragama, dan berkeahlian profesional serta memiliki rasa kebangsaan yang kuat. Untuk itu diperlukan pendidikan vokasi yang menggabungkan teori dengan praktek. 

"Alumni atau lulusan pendidikan vokasi pertanian merupakan lulusan yang dididik untuk SD profesional, mandiri, berdaya saing dan dapat bekerja di DU/DI (Dunia Usaha dan Dunia Industri)," pesannya. 

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan salah satu indikasi keberhasilan dari pendidikan vokasi adalah output atau alumninya dapat diserap oleh Dunia Usaha atau Dunia Industri. "Jika alumni pendidikan vokasi tidak bisa diserap oleh DU/DI maka gagal menghasilkan SDM berkualitas yang dibutuhkan DU/DI", tegasnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa  saat ini Kementan telah menjalin banyak kerjasama dengan beberapa pihak. Tujuannya agar pendidikan vokasi lingkup Kementan dapat melakukan  Link and Match dengan DU/DI baik dari kurikulum maupun sistem pembelajarannya.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018