Wednesday, 30 September 2020


Daulat Rempah, Tak Hanya Lagu Tapi Aksi Nyata

09 Sep 2020, 07:13 WIBEditor : Gesha

Aksi nyata untuk daulat rempah | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI. COM, Malang - - Pandemi covid-19 tidak hanya menginspirasi para petani untuk tetap berkarya, para seniman pun berkreasi menciptakan lagu, namun dengan tema kekinian pertanian. Seperti yang dilakukan oleh seniman dari Kediri Jawa Timur Den Basito (Abdul Basid Prasetyo), seorang musisi reggae yang menciptakan lagu ‘daulat rempah’. 

Alkisah Maret lalu, Den Basito dan banyak seniman, budayawan dan akademisi menggelar obrolan di Malang. Mereka gelisah menghadapi pandemi covid-19. Mereka jelas akan terdampak, jika peraturan PSBB di Malang diberlakukan.

Dan benar juga, setelah pandemi menyebar dengan cepat, mereka harus beradaptasi dengan situasi baru. Namun kreasi mereka juga bisa diacungi jempol, lagu daulat rempah bisa dinikmati di internet dan asyik ternyata, pesannya juga bagus.

Jika kita simak beberapa lirik lagunya akan sangat menyentuh. ‘Ayo kembali ke sawah, tanam padi, jagung dan buah, kita mulai dari bawah, tanam sayur dan rempah-rempah’.

Lirik-lirik lagu tersebut bisa jadi mengilhami seorang pengusaha dan aktifis di kota Malang Kholik Nuriadi dan koleganya Wahyu Eko Setiawan (Sam Wes) untuk menanam aneka rempah-rempah di Tunggul Wulung Kota Malang. 

Sam Wes selaku pelaksana kegiatan penanaman aneka rempah-rempah mengkonfirmasi bahwa ini untuk melestarikan warisan leluhur yaitu aneka rempah-rempah yang sangat bermanfaat apalagi di masa pandemi covid-19.

“Kami sebagai pengelola sedang memulai dan membangun wahana edukasi, riset dan pengembangan inovasi produk pangan berbahan baku lokal yang berupa rempah-rempah. Di mulai dengan menanam 78 jenis rempah-rempah nusantara di lahan 1,2 hektar. Pesannya sederhana adalah agar generasi penerus bangsa Indonesia bisa melestarikan kebudayaan Indonesia salah satunya adalah rempah nusantara, ” tutur alumni pertanian UB Malang.

Jika kembali ke masa lampau, maka kita bisa catat satu keunggulan bangsa Indonesia waktu itu adalah rempah-rempah yang melimpah. Jahe, kunyit, lada, cengkeh, pala, kapulaga, kulit kayu manis, serta kapur barus dan kemenyan adalah contoh rempah-rempah yang sangat laku dan jadi komoditas yang dicari.

Saat ini pun, komoditas rempah-rempah juga paling dicari dan harganya juga meningkat. Apa yang sudah dirintis oleh Sam wes dengan menanam aneka rempah dan mendirikan Pusat Studi Pangan Sehat (PSPS) tentu bisa lebih menyadarkan banyak orang bahwa sudah saatnya kita memiliki aneka rempah di sekitar rumah kita. Ayo tanam rempah nusantara, agar kita bisa lebih mandiri dalam pemenuhan aneka obat herbal nusantara, terlebih di masa pandemi covid-19 ini.

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018