Saturday, 24 October 2020


Kemitraan, Penyangga Pendapatan Petani Sumberwringin Saat Covid-19

13 Oct 2020, 10:02 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan di BPP Sumber Wringin | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Dampak negatif pandemi Covid 19 sangat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali dengan petani. Banyak petani yaitu mengalami penurunan permintaan pasar karena terputusnya beberapa distribusi jaring pemasaran produk pertanian.

Terkendalanya distribusi pemasaran produk pertanian berdampak pada penurunan pendapatan petani. Akhirnya, petani harus memiliki solusi untuk tetap menjaga agar sumber pendapatan tidak menurun.

Seperti yang dilakukan petani di Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso yang melakukan kemitraan dengan perusahaan. Sistem kemitraan sebenarnya telah banyak dilakukan petani di kecamatan tersebut, bahkan animonya meningkat dari tahun ke tahun.

Kemitraan sendiri mencakup komoditas tanaman perkebunan (kopi), hortikultura (pembenihan sayuran) dan tanaman pangan (jagung). Pola kemitraan yang dijalankan petani dengan perusahaan benih dengan sistem kontrak.

Beberapa kesepakatan dalam kemitraan tersebut yakni harga jual petani sesuai grade produk yang ditetapkan mitra, waktu penerimaan hasil jual produk,  standar produk yang dikehendaki mitra seperti mutu produk. Begitu juga, kemurnian produk dan daya tumbuh produk benih di atas 95 persen.

Beberapa tanaman sayuran yang telah diusahakan secara kemitraan oleh petani di Kecamatan Sumberwringin yaitu  lectus, caisim, seledri dan tomat. Menurut Misyono salah satu pelaku kemitraan dari Desa Sumberwringin, sejak tahun 2017 merasakan manfaat yang besar dari usaha kemitraan yang telah dijalin bersama mitra usahataninya. “Petani fokus pada kualitas produk, petani juga tidak perlu memikirkan pemasaran produk, petani memiliki kepastian pendapatan, “ ujar Misyono.

PPL BPP Sumber Wringin, Elvita Triaprilina mengatakan, melihat manfaat usaha tani secara kemitraan apalagi saat pandemi seperti ini, kemitraan menjadi pilihan tepat bagi petani agar pendapatan tetap terjaga. “Kami selaku penyuluh pertanian yang mendampingi petani dalam bermitra sangat bangga dengan capaian petani yang lebih mandiri,” ujarnya.

Hal ini lanjutnya, tentunya tidak lepas dari usaha Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mendukung setiap program dan kebijakan dari Kementerian Pertanian. Misalnya, yang dijalankan BPP Sumberwringin saat ini dalam mendukung program Kostratani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan, pertanian tidak boleh berhenti. Pasalnya, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia. 

Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Untuk itu, saya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk tetap sehat di situasi pandemi Covid-19. Bisa mendampingi petani untuk genjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” tutur SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Kostratani menjadi pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, termasuk juga pusat pengembangan jejaring kemitraan.

“BPP Kostratani mendukung gerakan pembangunan pertanian yang dilakukan dengan berbagai cara. Seperti pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian,” ujar Dedi. 

 

Reporter : Elvita Triaprilina/Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018