Saturday, 24 October 2020


Sukses Panen Semangka, BPP Kalikotes Kawal Petani

13 Oct 2020, 10:47 WIB

Kelompok Tani (Poktan) Tani Murni di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes meraup keuntungan di tengah pandemi Covid 19. | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten---Budidaya semangka menjadi salah satu yang banyak digeluti petani Kecamatan Kalikotes. Biasanya petani menanam semangkat saat musim kemarau atau setelah musim tanam padi.

Sampai September 2020 di Kecamatan Kalikotes budidaya semangka mencapai 4 hektar (ha). Untuk membantu petani, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kalikotes memberikan pendampingan.

“Menanam semangka sebenarnya tidaklah sulit. Tanaman ini dapat tumbuh dengan maksimal pada daerah yang kering, jadi sangat cocok untuk ditanam pada saat musim kemarau saat ini,” kata Yohana salah satu PPL BPP Kalikotes yang turut mendampingi petani dalam berusahatani.

Pada musim panen tahun ini, Kelompok Tani (Poktan) Tani Murni di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes meraup keuntungan di tengah pandemi Covid 19. Rata-rata produktivitas 20 ton/ha dengan harga rata–rata Rp 2.500-3.750/kg.

Semangka memiliki daun berlekuk-lekuk ditepinya, bunganya sempurna, berwarna kuning, kecil (diameter 3cm). Buah semangka memiliki kulit keras, bewarna hijau pekat atau hijau muda dengan larik-larik hijau tua. Tergantung kultivarnya, daging buahnya yang berarir berwarna merau atau kuning

Semangka dapat dipanen pada umur 60 – 70 HST, tergantung dari jenis dan varietasnya. Ciri-ciri buah yang siap panen adalah warna kulit buah menguning pada pangkal tangkai buah telah mengering. Buah semangka dapat dipetik beserta tangkainya dan dipanen saat cuaca cerah.

Koordinator BPP Kalikotes, Tugiman mengatakan, tanaman semangka menghasilkan buah yang dapat langsung dikonsumsi tanpa harus dimasak, selain bergizi tinggi. “Rasanya juga manis dan buah ini juga mengandung banyak air sehingga sangat  menyegarkan apabila dimakan saat siang hari,” ujarnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kalikotes merupakan salah satu BPP yang tergolong inovatif dan inspiratif di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pernyuluh memberikan pendampingan kepada petani dalam peningkatan produksi dan produktivitas.

Hal ini tentunya dibuktikan ketika produksi hasil pertanian naik sudah barang tentu pendapatan atau kesejahteraan petani akan meningkat.  “Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Karena itu SYL mengingatkan penyuluh wajib mendampingi petani untuk menggenjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen. Diharapkan petani mendapat penghasilan yang layak.

Selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedy Nursyamsi mengatakan, pentingnya mengoptimalkan fungsi dan peran BPP melalui Konstratani. BPP berfungsi pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. “Tentunya menjadi center of excelent semua aktivitas pertanian,” ujarnya. 

 

 

Reporter : Lili Frischawati/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018