Saturday, 24 October 2020


Perbaiki Penerapan Teknologi, BPP Soko Gelar SL Agribisnis Jagung

13 Oct 2020, 11:29 WIBEditor : Yulianto

kegiatan SL jagung di BPP Soko, Tuban | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tuban---Teknologi budidaya terbaru menjadi penting untuk diinformasikan ke petani. Salah satu cara yang dilakukan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban adalah menggelar Sekolah Lapang Agribisnis (SLA).

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih mencekam, tidak sedikitpun menyurutkan langkah kaki peserta SLA jagung dari Kelompok Tani (Poktan) Maju Makmur untuk hadir di lokasi hari lapang petani. Mereka tetap menggunakan protokol kesehatan sesuai arahan penyuluhnya.

Bertempat di Pendopo APK Desa Klumpit Kecamatan Soko, berakhirnya SLA ditandai dengan dilaksanakan hari lapang petani atau dikenal dengan farm field day (FFD). Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempertemukan antara pengambil kebijakan di sektor pertanian dengan pelaku utama dan mitra usaha, tanya jawab serta diskusi yang dipandu Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Soko, Rusminingsih.

Segala permasalahan yang muncul selama SLA berlangsung, dikupas tuntas pada FFD ini. Hadir dalam kegiatan FFD, para pengambil kebijakan di tingkat kabupaten yaitu dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, yang diwakili Kepala Seksi Kelembagaan, Suyanto, didampingi PPL se- Kecamatan Soko, Sekretaris Desa Klumpit dan peserta SLA.

Rusminingsih, disela-sela kegiatan mengatakan, hadirnya perwakilan dari pemerintahan desa diharapkan juga ikut  menyelesaikan permasalahan agribisnis jagung. Misalnya, masalah agro input hingga agro pendukung seperti peningkatan kapasitas kelembagaan petani, kelembagaan pasar, pemanfaatan kelembagaan UPJA dan lain sebagainya.

Dukungan pembiayaan kegiatan pemberdayaan masyarakat pelaku ekonomi ini sangatlah diharapkan, utamanya pemanfaatan dana desa sebagaimana diurai dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Perencanaan Pembangunan Desa,” ujarnya.

Dengan telah dilaksanakannya 10 kali pertemuan SLA dan diakhiri dengan FFD, Rusminingsih berharap terdapat perbaikan penerapan teknologi budidaya jagung dapat dilanjutkan di lahan masing-masing alumni. Dengan demikian kebutuhan jagung konsumsi maupun pakan ternak dapat terpenuhi. Disamping itu ekspansi fungsi kelembagaan pelaku utama sebagai pasar bagi anggotanya dapat terwujud.

Apa yang dilakukan Kabupaten Tuban melalui SLA Jagung di Kecamatan Soko sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, untuk mengamankan pasokan jagung dalam negeri di targetkan produksi jagung tahun 2020 lebih tinggi dari tahun lalu. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi jagung tahun 2020 lebih tinggi dari tahun lalu demi mengamankan pasokan jagung dalam negeri.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluh Pertanian Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyebut bahwa tokoh penggerak utama pembangunan pertanian adalah penyuluh, petani dan petugas lapangan lainnya seperti POPT, petugas alsintan, dan lainnya.

"Di sinilah peran Kostratani sangat dibutuhkan, khususnya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas. Ini terjadi kalau ada yang menggerakkan. Dan yang menggerakan itu tentunya penyuluh dan petani dengan didukung Kostratani," tukas Dedi.

Reporter : Nurlela/Rusminingsih/Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018