Saturday, 24 October 2020


Bidik Ekspor Kopi, Program YESS Siapkan Milenial Bantaeng

13 Oct 2020, 15:28 WIBEditor : Gesha

Milenial Bantaeng dipersiapkan agar bisa meningkatkan produksi dan ekspor kopi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bantaeng -- Sebagai sentra kopi asal Sulawesi Selatan, regenerasi petani di perkebunan kopi menjadi keharusan. Bahkan di tangan mereka, ekspor kopi asal Bantaeng bukanlah mimpi.

Harumnya aroma kopi seharum peluang bisnis yang akan kita dapatkan. Tingginya animo masyarakat pecinta kopi saat ini banyak dimanfaatkan oleh petani kopi untuk memjualnya dalam bentuk greenben ataupun diolah.

Salah satu daerah potensi kopi adalah kabupaten Bantaeng. Tanaman kopi jenis robusta dan arabika tersebar di lahan seluas 2.856 hektar. Dari jumlah luas lahan itu, ada potensi sebesar 789 ton kopi robusta dan 364 ton kopi arabika setiap sekali masa panen yang mencapai 20 juta rupiah per hektarnya.

Bahkan kedepan akan dikembangkan jenis kopi Liberca Bantaeng di kawasan Agrowisata hutan pinus Rombeng.

Sederet nama petani kopi dari kabupaten Bantaeng adalah Muhammad Arsyad yang mampu menghasilkan 300 kilo kopi per tahun. Ada juga Kamiluddin yang mampu memproduksi 150kg pertahun serta Ahmad H dan Irwan yang masing-masing memproduksi 50 kg pertahunnya dan masih banyak lagi nama lainnya.

Namun, sangat disayangkan mereka masih mengandalkan menjual dalam bentuk greenben ke tengkulak.

Melihat tingginya potensi kopi, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program YESS hadir untuk menjaring generasi muda untuk meningkatkan potensi kopi tersebut hingga ke kancah international. Kolaborasi antara Kementan dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan perkebunan kabupaten Bantaeng pun dilakukan untuk menarik generasi muda dan melibatkannya untuk meningkatkan pendapatan petani kopi serta menambah nilai dari greenben kopi tersebut melalui proses pengolahan dan packaging yang baik.

Menteri Pertanian (Mentan) SYL tak hentinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam upaya memajukan sektor pertanian. "Kita harus jeli melihat peluang yang ada, kita harus bahu membahu memajukan sektor pertanian karena ini bukan hanya tugas Kementan saja, melainkan tugas semua orang," ujar SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap melalui Program YESS ini akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian. Sehingga pertanian akan menjadi lapangan kerja menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi. 

"Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka ini akan siap menghadapi era milenial," ungkap Dedi.

Menurutnya pada program ini juga akan lahir para petani milenial serta wirausaha pertanian milenial yang yang terlatih mengembangkan pertanian kopi, memanen dan memproduksi kopi olahan yang telah siap dipasarkan serta mengubah pola pemasaran yang selama ini lebih banyak ke tengkulak.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018