Saturday, 24 October 2020


Lawan Stunting, BPP Bululawang Berdayakan KWT Olah Pangan Ternak

13 Oct 2020, 15:45 WIBEditor : Gesha

Emak emak dilatih mengolah pangan dari ternak | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Melawan Stunting harus dilakukan oleh semua pihak, tak terkecuali emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tan (KWT).

 

Stunting atau kekurangan gizi pada waktu yang lama masih menjadi satu situasi yang mesti terus diwaspadai. Untuk menghindari stunting diperlukan upaya seluruh lapisan masyarakat agar konsumsi pangan cukup dan seimbang gizi digalakkan ke seluruh pihak.

Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bululawang menyadari bahwa pandemi covid-19 tidak serta merta meniadakan ancaman lain, stunting adalah salah satu diantaranya. Saat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang mengadakan bimbingan teknis pengolahan hasil ternak, BPP Bululawang terpanggil untuk mendampingi Kelompok Wanita Tani di Desa Pringu.

Ibu-ibu rumah tangga atau istilah terbarunya ‘emak-emak’ yang tergabung dalam kelompok wanita tani memiliki peluang untuk berperan aktif dalam menyerap perkembangan aneka produk olahan pangan, salah satunya adalah pengolahan hasil peternakan.

Pemberdayaan ibu-ibu atau kelompok wanita tani adalah satu bukti bahwa peternakan dan pertanian bisa dikembangkan oleh siapapun. Ibu-ibu rumah tangga sangat mungkin mengembangkan usaha olahan dari bahan dasar produk peternakan.

Jenis ternak yang paling dekat untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi dari berbagai lapisan masyarakat diantaranya adalah ternak ayam, baik ayam kampung maupun ayam pedaging. Diharapkan dari pemberdayaan ibu-ibu di KWT dengan usaha olahan ayam tersebut dapat menjauhkan potensi stunting di Desa Pringu Kecamatan Bululawang.

Latar belakang inilah yang menjadikan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang menyelenggarakan bimbingan teknis pengolahan hasil ternak ayam di Desa Pringu Kecamatan Bululawang.

Penyuluh Peternakan pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Hanum Al Muchtarom menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis olahan hasil peternakan ayam adalah satu langkah penganekaragaman produk olahan ayam agar lebih disukai oleh semua masyarakat.

"Ayam sebagaimana kita ketahui adalah produk ternak yang relatif menjadi pilihan utama hampir seluruh lapisan masyarakat. Sudah banyak aneka olahan dari bahan dasar ayam, namun tentu kita kenalkan produk temuan yang relatif baru, misalnya nugget ayam. Salah satu muaranya adalah produk jadinya nanti bisa disimpan dalam waktu yang lebih lama. Sehingga lebih menjamin ketersediaan bahan pangan dari ayam yang bergizi dan aman," jelasnya.

Sementara itu,  penyuluh pertanian Kecamatan Bululawang Yan Suryanto menambahkan bahwa BPP Bululawang sebagai pos kostratani mendukung upaya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam mengkampanyekan penganekaragaman produk ternak yang aman dan bergizi.

“Kita di BPP Bululawang sedang fokus pada peran BPP sebagai pos kostratani. Namun karena ada kegiatan yang intinya pemberdayaan KWT, maka kita sangat mendukung. Jika ditekuni oleh ibu-ibu KWT, kegiatan penganekaragaman olahan ayam bisa menjadi satu unit usaha KWT di waktu-waktu mendatang. Sekali lagi BPP sangat mendukung," ungkapnya.

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018