Saturday, 24 October 2020


Cetak Job Seeker dan Job Creator, Polbangtan Bogor Bangun Smart Screen House

14 Oct 2020, 20:35 WIBEditor : Yulianto

Staf Ahli Menteri, Sumardjo Gatot Irianto (baju biru) saat berkunjung menengok lokasi pembangunan Smart Screen House | Sumber Foto:Vanelly

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Untuk mencetak job seeker maupun job creator yang mandiri, modern, dan profesional, serta dapat bersaing di era industri 4.0, di Politeknik Pembangunan Pertanian bakal berdiri smart screen house (SSH).

 Pembangunannya merupakan kolaborsi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), dalam hal ini Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan). SSH ini merupakan bentuk pengembangan Teaching Factory (TEFA) Politeknik Kementerian Pertanian (Polbangtan dan PEPI).

SSH merupakan sistem pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi yang dapat mengatur dan memantau kelembapan tanah dan suhu udara pada greenhouse serta dapat dimonitor melalui smartphone.

Untuk melihat progress pembangunan Smart Screen House Polbangtan Bogor, Staff Ahli Menteri Bidang Investasi Sumarjo Gatot Irianto melakukan kunjungan ke Polbangtan Bogor didampingi Sekretaris Ditjen PSP, Gunawan dan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arshanti pada Sabtu, (10/10).

Gatot mengatakan, Polbangtan Bogor tidak boleh hanya memiliki smart screen house ini. Namun juga harus bisa mengelola dan mengembangkan agar bisa menjadi sarana improve kemampuan mahasiswa maupun dosen dalam pengelolaan pertanian modern.

Sekretaris Ditjen PSP Gunawan menambahkan, saat ini banyak masyarakat kita haus akan tempat rekreasi. Selain sebagain sarana pembelajaran mahasiswa dan dosen, smart screen house ini diharapkan juga bisa mewadahi itu.

Kapusdiktan Idha Widi Arsanti menjelaskan, pihaknya mempunyai BPP model pembelajaran, sawah, tambak, dan sekarang smart screen house. Untuk itu, pihaknya akan mengintegrasikan semua itu, sehingga Polbangtan Bogor ke depannya akan menjadi kawasan agroeduekowisata.

Diharapkan pembangunan smart screen house diperkirakan selesai pada akhir Oktober 2020. Sementara ini Idha mengungkapkan, membangun smart screen house seluas 2.400 m2 di atas lahan bekas kebun rambutan yang sudah tidak produktif dengan luas lahan 1 ha.

Tidak menutup kemungkinan, smart screen house ini akan kita kembangkan lagi di lahan-lahan yang tidak produktif. Dan tahun depan kita sudah komunikasi dengan PSP untuk membangun smart screen house di Polbangtan Yogyakarta – Magelang,”  tutur Idha.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam setiap kesempatan mengungkapkan, perlu adanya Lembaga Pendidik Pertanian yang berfungsi sebagai wadah untuk mencetak tenaga SDM Pertanian yang andal, profesional, maju, mandiri, dan modern karena pengelolaan pertanian saat ini harus dilakukan dengan melibatkan teknologi.

SYL menegaskan, pertanian harus bergerak secara maju, mandiri, dan modern.  Petani Indonesia tidak boleh tertinggal karena banyak inovasi teknologi dan mekanisasi yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Mengamini pernyataan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa lembaga pendidikan merupakan mesin cetak SDM unggulan yang berperan penting membentuk generasi muda milenial sebagai pelaku pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

SDM pertanian unggul dapat tercetak dan link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) apabila didukung sarana dan prasarana. Dalam hal ini TEFA yang memadai agar mahasiswa Polbangtan dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam melakukan praktik produksi pertanian di lokasi smart screen house.

 

Reporter : Vanelly RS
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018