Sunday, 29 November 2020


Mari Penyuluh Perkuat Digitalisasi, Kunci Sukses Kostratani

20 Oct 2020, 14:21 WIBEditor : Gesha

Kepela BPPSDMP, Dedi Nursyamsi bersama Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah siap menyanggupi digitalisasi pertanian | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam mempercepat gerakan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kembali menegaskan pentingnya digitalisasi untuk mencapai kesuksesan di sektor pertanian.

“New normal menunjukkan ciri atau memperlihatkan kecenderungan yang berubah pada semua sektor. Dengan perubahan itu, cara-cara yang dulu, 10 tahun lalu, 15 tahun lalu kita gunakan tidak bisa menggaransi kesuksesan hari ini dan ke depan," ujar Mentan SYL.

Dirinya mencontohkan beberapa pola digitalisasi yang marak pada kehidupan belakangan ini. Menurutnya, banyak dari perusahaan besar yang hebat-hebat pada masa lampau kini harus ambruk. Sebabnya, mereka tak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, di mana salah satunya mensyaratkan digitalisasi.

“Mengapa itu terjadi? Mereka kalah cepat dengan akselerasi kehidupan. Oleh karena itu, Konstratani harus pakai digital ini. Cara yang dulu seperti kumpul di satu tempat dengan ratusan atau ribuan orang sudah kalah dengan hadirnya berbagai macam aplikasi semacam Zoom yang kita gunakan saat ini,” bebernya.

Seperti diketahui, Kostratani merupakan ujung tombak bagi pemerintah untuk menyukseskan arah pertanian Indonesia. salah satu keunggulan Kostratani menurut Mentan SYL adalah kecepatan komunikasi antara pusat dan daerah. “Petani berkumpul juga di Konstratani. Agri-culture world room. Saat ini digitalisasi menjadi bagian penting dari kesuksesan pertanian. Mari kita menguji kesuksesan pertanian melalui digitalisasi,” ujarnya.

Karenanya, Mentan SYL meminta agar Kostratani diakselerasi sedemikian rupa agar menjadi ujung tombak bagi pertanian yang maju, mandiri dan modern berbasis digitalisasi.

Apalagi saat ini pertanian merupakan penyumbang terbanyak dan pilar utama bagi perekonomian Indonesia. “Pertanian yang membuat perekonomian Indonesia berkembang cukup baik. Di ASEAN bahkan Asia, hanya Indonesia yang tidak terlalu tajam penurunan ekonominya, hanya minus lima. Itu terjadi karena perekonomian Indonesia ditopang oleh sektor pertanian yang terus tumbuh 16 persen lebih," tegasnya.

Karena itu, dirinya berpesan agar seluruh komponen bangsa termasuk pemerintah daerah untuk mendukung Kostratani Pertanian.  kalau pertanian di sebuah desa baik, maka kehidupan di desa itu bisa dipastikan baik. Kalau mau perbaiki kabupaten, perbaiki sektor pertanian. Kalau mau Indonesia bertahan, perbaikilah pertanian,” pesannya.

Kian Terkoneksi

Menjawab tantangan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi memaparkan jika arah pertanian Indonesia, utamanya Kostratani sebagai penggerak petani dan PPL sudah memasuki digitalisasi.

Sistem di Kostratani, Dedi menuturkan, hampir seratus persen sudah terkoneksi secara digital. "Saat ini 99 persen Kostratani sudah terkoneksi secara digital dan bisa berkomunikasi dengan sesama Konstratani dan lembaga lainnya," papar Dedi. 

Salah sistem di Kostratani hal lainnya adalah Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (Simluhtan) yang dioperasionalkan oleh Kostratani. "Yang mengoperasionalkan Simluhtan itu adalah Kostratani, para penyuluh yang ada di Kostratani," ujarnya.

Dedi bahkan meminta kepada penyuluh agar database petani Indonesia dapat terus dimutakhirkan. "Database kita itu by name, by address berdasarkan NIK. Dengan begitu, tidak ada duplikasi. Kalau ada duplikasi pasti ketahuan. Dan database Simluhtan ini digunakan untuk penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Saat ini data RDKK pupuk itu berdasarkan data dari Simluhtan. Yang mengerjakannya adalah Kostratani mulai dari tingkat terkecil dari para petani dan penyuluh," papar Dedi.

Dedi menilai Simluhtan dan Kostratani adalah dua lembaga yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. "Simluhtan adalah aplikasi, tools yang digunakan untuk berbagai kegiatan Kementerian Pertanian. Misalnya adalah alokasi pupuk bersubsidi, benih, obat-obatan dan lainnya. Dan karena itu pula Kementerian Pertanian mendapat penghargaan dari KPK karena programnya berbasis NIK," tutur Dedi.

 

 

Reporter : NATTASYA
Sumber : BPPSDMP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018