Sunday, 29 November 2020


Kementan Pastikan PPPK Penyuluh Diangkat Akhir Tahun 2020

23 Oct 2020, 13:34 WIBEditor : Gesha

Penyuluh di Praya, Lombok Tengah menyambut baik Kostratani | Sumber Foto:BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Asa para penyuluh yang telah lolos seleksi untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nampaknya menemui titik cerah di akhir tahun 2020 mendatang. Kementerian Pertanian memastikan akhir 2020, THL-TBBB yang sudah lulus bakal diangat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).

“Insya Allah, akhir tahun ini (2020) THL TBPP diangkat menjadi ASN (formasi PPPK),” ungkap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengenai kelanjutan nasib THL-TBPP yang sudah lolos seleksi.

Tersendatnya pengangkatan PPPK Penyuluh menurut Dedi, karena dari 11 ribu orang PPPK yang lolos seleksi, ternyata ada 4500 an orang PPPK yang belum tersertifikasi. “Itu yang digarap segera oleh Kementerian Pertanian, sebagai syarat untuk diangkat dan turun SK menjadi PPPK,” katanya.

Dedi sangat yakin permasalahan ini bisa selesai sebelum akhir tahun. Apalagi telah mendapatkan dukungan dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk segera memproses pengangkatan penyuluh tersebut.

Terkait pengajuan PPPK Penyuluh di daerah yang belum atau batal membuka formasi di tahun 2019 silam,  Dedi mengharapkan kerjasama yang baik dari pemerintah daerah terkait pengajuan formasi PPPK Penyuluh di daerah masing-masing. "Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian dari daerah. Karenanya semua pihak harus mendukung,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 11.590 dari 14.924 tenaga penyuluh pertanian honorer dinyatakan lulus menjadi ASN pada April tahun lalu. Proses pengangkatan tersebut sempat tersendat di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Proses pengangkatan PPPK dari penyuluh yang cukup lama ini juga diakui Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Teguh Widjinarko. Dirinya mengungkapkan tak hanya penyuluh, nasib guru honorer juga sempat terkatung-katung di tahun 2020 ini. 

"Mayoritas lulusan PPPK tahap I memiliki ijazah yang tidak sesuai dengan formasi yang diisi. Khusus penyuluh, pengangkatannya berdasarkan kesepakatan dengan Kementan. Tapi kendalanya di ijazah yang tidak sesuai," tuturnya.

Teguh mengungkapkan, formasi penyuluh pertanian harusnya diisi D-II atau D-III. Namun penyuluh honorer yang lulus PPPK kebanyakan lulusan SMA. Lagi-lagi KemenPAN-RB harus mencarikan formasi yang sesuai kebutuhan daerah. 

“Karenanya, kami minta daerah diminta bergerak cepat mengusulkan kebutuhan formasi PPPK tahap pertama. Semakin cepat usulan masuk, KemenPAN-RB makin cepat menetapkan formasinya," tegasnya.

Sementara itu, pengurus Forum Komunikasi THL TBPP, Abdul Mudjid Effendi mengaku akan terus mengawal agar NIP PPPK Penyuluh Pertanian bisa segera turun. "Forum Komunikasi THL TBPP Nasional akan segera berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah apa yang akan diambil dalam mempercepat proses terbitnya NIP PPPK," tambahnya.

Abdul menuturkan semua penyuluh etiap saat selalu berharap segera mendapatkan SK tersebut agar bisa mengurangi beban berat yang dirasakan imbas COVID-19.  "Presiden Jokowi mengatakan sektor pertanian paling bisa eksis dan tumbuh di tengah pandemi. Ini adalah salah satu kontribusi kami menopang ketahanan pangan nasional," ujarnya. ***

Reporter : TABLOID SINAR TANI
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018