Sunday, 29 November 2020


Assesment Penyuluh, Catat Persyaratan Ini

26 Oct 2020, 09:42 WIBEditor : Gesha

Sertifikasi Penyuluh menjadi jalan menuju PPPK | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Bagi penyuluh yang lolos saringan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) namun belum tersertifikasi kompetensi, harus melalui tahapan akhir yaitu assesment yang segera dilaksanakan pada November 2020 mendatang.

"Ujian kompetensi sertifikasi Fasilitator Penyuluh Pertanian akan dilaksanakan 3-16 November 2020 mendatang," tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dalam Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Spesial "Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian: Sertifikasi Kompetensi Penyuluh THL TBPP menjadi PPPK", Senin (26/10).

Adapun metode yang akan digunakan adalah portofolio dan wawancara. "Karena ada sekitar 4.855 orang penyuluh yang akan mengikuti, Assesment akan dilakukan di 16 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang berada di 9 TUK Balai Pelatihan dan 7 Polbangtan se-Indonesia," beber Dedi.

Kembali ditegaskan Dedi, tidak semua penyuluh yang lolos ujian PPPK yang akan mengikuti Assesment. Ujian ini hanya dikhususkan bagi penyuluh lulusan SMK Pertanian atau SLTA Non Pertanian hingga ke jenjang Diploma II.

Hal tersebut didasarkan pada aturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) yang mengatur pengangkatan ASN, termasuk PPPK.

Sedangkan di sisi lain, Perpres No 38/2020 tentang Pengajuan ASN PPPK sudah ditandatangani Presiden.."Assesment ini menjadi upaya dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kompetensi bidang pertanian dari penyuluh yang memiliki latar belakang SMK non pertanian hingga DII," tambahnya.

Persyaratan dan Alur

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya memaparkan persyaratan dan Alur yang harus ditempuh penyuluh dalam mengikuti Assesment. 

Dimulai dari fotokopi ijazah yang telah dilegalisir, fotokopi SK pengangkatan menjadi THL TBPP Kementerian Pertanian, surat keterangan pimpinan instansi yang menyatakan bahwa calon asesi masih aktif menjadi THL TBPP, rekomendasi mengikuti sertifikasi dari pimpinan instansi/unit kerja, surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, hingga foto berwarna terbaru (latar belakang merah) ukuran 3x4 (2 lembar).

Sedangkan mengenai alur assessment dimulai dari TUK akan mengirimkan surat pemanggilan peserta asesi ke Dinas/Instansi/Unit Kerja. Penyuluh yang dipanggil langsung mengisi APL 01 (Data permohonan sertifikasi kompetensi) dan APL 02 (Assesment Mandiri) melalui aplikasi SISTER.

"Penyuluh bisa mengakses aplikasi SISTER di http://lsp.pertanian.go.id// untuk mengisi APL 01 dan 02," tambahnya 

Peserta bisa mengisi APL 01 dan APL 02 melalui aplikasi SISTER hingga tanggal 31 Oktober 2020. Mengenai cara pengisian, bisa mengikuti video tutorial pada cyber extension.

Peserta juga diharapkan mengumpulkan dokumen portofolio untuk memenuhi metode assessment. Dokumen tersebut disediakan dalam bentuk softfile (pdf) untuk dikirimkan segera kepada TUK melalui email/WA. Simpan baik-baik dokumen fisiknya, untuk dibawa saat Assesment di lokasi TUK.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018