Thursday, 26 November 2020


POPT, Paramedik/Medik Veteriner, Inseminator hingga PBT Bisa Ikuti Assesment

26 Oct 2020, 12:31 WIBEditor : Gesha

Nurhadi, POPT Kecamatan Karangploso | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Assesment bagi penyuluh pertanian yang lolos passing grade Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah di depan mata. Namun bagi penyuluh dengan keahlian khusus, simpang siurnya kabar assesment masih membuat mereka ragu.

"Assesment untuk PPPK ini dilakukan bagi penyuluh yang latar belakang pendidikannya hanya SLTA hingga DII, sebab persyaratan untuk menjadi tenaga pemerintah, termasuk penyuluh adalah minimal DIII. Kalau yang sudah lolos passing grade dan latar belakangnya S1 seperti Dokter Hewan, sudah pasti lolos, tinggal tunggu NIP saja," tegas Kepala Pusat Pelatihan, Bustanul Arifin Caya dalam Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Spesial "Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian: Sertifikasi Kompetensi Penyuluh THL TBPP menjadi PPPK", Senin (26/10).

Diakui Bustanul, assesment ini merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk memfasilitasi penyuluh pertanian untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi yang disyaratkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) guna mengangkat penyuluh pertanian menjadi PPPK.

Seperti diketahui, sebanyak 11.590 dari 14.924 tenaga penyuluh pertanian honorer dinyatakan lulus menjadi ASN pada April tahun lalu. Proses pengangkatan tersebut sempat tersendat di KemenPAN RB lantaran 4.855 orang penyuluh masih berijazah SLTA hingga DII.

Ketika ditanya bagi penyuluh dengan keahlian khusus seperti Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Paramedik Veteriner, Medik Veteriner , Inseminator hingga Pengawas Benih Tanaman yang sudah lolos PPPK, Kepala Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Profesi, Pusat Pelatihan Pertanian, Zuroqi Mubarok mengatakan pengangkatan PPPK yang akan dilakukan di akhir tahun 2020 nanti semua profesi akan berlabel penyuluh pertanian.

Karena itu, dirinya meminta agar para penyuluh dengan keahlian khusus tersebut berkoordinasi dengan Dinas/Unit Kerja terkait dan menghubungi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian untuk mengawal kegiatan pengangkatan PPPK mereka. "Termasuk koordinasi dalam dokumen/portofolio mereka," tambahnya.

Termasuk bagi penyuluh keahlian khusus yang latar pendidikannya masig SLTA hingga DII, wajib mengikuti assesment dan portofolio pendukung mereka bisa disesuaikan. "Karena memang pengangkatan PPPK nanti semua judulnya hanya Penyuluh Pertanian saja. Termasuk jika inseminator yang sudah punya sertifikasi dari BNSP dan masih berlaku. Sertifikat itu sebagai kompetensi profesi keahlian. Dalam pengangkatan nanti tetap Penyuluh Pertanian," tegasnya.

Tanggapan serupa juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan, Pusat Penyuluhan Pertanian I Wayan Ediana. Menurutnya, POPT, Paramedik,Medik Veteriner, Inseminator hingga PBT yang akan diangkat menjadi PPPK harus mengikuti assesment mendatang. "Keahlian tetap paramedik, POPT dan lainnya, namun statusnya satu yaitu Penyuluh pertanian," tegasnya.

Begitupula jika penyuluh akan mendekati usia pensiun, I Wayan Edianan menyarankan untuk tetap mengikuti assesment tersebut. "Jika pensiun masih 1-2 tahun yang akan datang, tetap ikuti assesment. Jangan sia-siakan kesempatan. Tetap semangat," tutur I Wayan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018