Sunday, 11 April 2021


Lima Tahun Lagi, Petani Milenial Merajai Pertanian

09 Nov 2020, 20:13 WIBEditor : Gesha

Regenerasi Petani dengan rebranding petani di kalangan milenial | Sumber Foto:istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Depok --- Kiprah Milenial di sektor pertanian semakin mendominasi. Bahkan bukan tidak mungkin, dalam lima tahun ke depan, mereka yang akan merajai pertanian dan menjadikannya sebagai lapangan usaha bonafid.

Bukan tanpa alasan Kementerian Pertanian menggantungkan harapan keberlanjutan pertanian kepada Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan  Saat ini, ada 33 juta orang yang bergerak di sektor pertanian. Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya berusia di atas 40 tahun.

"Hanya 30 persen saja petani yang usianya di bawah 40 tahun. Mereka itulah petani milenial. Sebagian besar petani kita kolotnial. Dalam waktu 10 tahun yang akan datang, mereka akan tidak produktif lagi. Maka, siap tidak siap, kita harus kita genjot pertumbuhan petani milenial. Petani muda harus berkiprah di sektor pertanian," tutur Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi.

Dedi menyebut saat ini petani milenial adalah SDM yang mampu menggerakkan roda pembangunan pertanian Indonesia. Selain cerdas, petani milenial juga inovatif. Mereka selalu menemukan cara bagaimana menjual produk pertanian yang bagus dengan produktivitas, kualitas dan kontinuitas yang terus meningkat.

"Mereka juga cukup adaptif dengan teknologi baru. Saat ini, pertanian kita sudah masuk dalam inovasi teknologi 4.0. Bahkan sudah banyak yang terbukti membuat start up yang mendekatkan produsen dengan konsumen," tambahnya.

Optimisme ini juga diungkapkan Ketua Umum Duta Petani Milenial (DPM/DPA) Kementan, Sandi Octa Susila. "Kami (DPM/DPA) akan siapkan sebaik mungkin para Milenial untuk penerus estafet selanjutnya dari pertanian," tegasnya.

Untuk diketahui, Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan dibentuk Menteri Pertanin Syahrul Yasin Limpo untuk menjadi role model dan menjembatani para Milenial agar tertarik berwirausaha dan menekuni sektor pertanian. 

Diungkapkan Sandi, berbagai program  yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian mempermudah dalam pertumbuhan petani Milenial.

Mulai dari Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) dengan memberikan stimulan kepada anak-anak muda untuk berwirausaha. Kemudian ada P4S yang menjadi tempat pelatihan sekaligus ceruk pasar dari komoditas pertanian. 

"Selama lima tahun ke depan, kita juga mempersiapkan secara khusus dalam konteks program Youth Enterpreunership Support Service (YESS) yang menggiring milenial supaya tertarik ikut dalam pertanian. Tidak hanya menggiring, tetapi memberikan pelatihan dan membukakan pasar," tambahnya.

Karena itu, dirinya yakin dalam lima tahun ke depan, pertanian akan berkembang dan bergerak bersama milenial dari berbagai lini, mulai dari hulu hingga hilir.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018