Sunday, 29 November 2020


346 THL-TBPP Bali dan Jawa Timur, Dinyatakan Kompeten Jadi ASN PPPK  

19 Nov 2020, 12:15 WIBEditor : Yulianto

THL-TBPP yang mengikuti proses sertifikasi kompetensi di BBPP Ketindan | Sumber Foto:BBPP Ketindan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Sebanyak 346 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dinyatakan kompeten menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) setelah mengikuti sertifikasi kompetensi di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.

Jumlah peserta yang mengikuti sertifkasi kompetensi dari Provinsi Bali sebanyak 57 orang (2 angkatan) dari target 59 orang. Sedangkan dari beberapa kabupaten di Jawa Timur sebanyak 289 orang dari target 294 orang. Dengan demikian total pesertabta sebanyak 346 orang dari target 353. 

Menurut Kepala TUK Mandiri BBPP Ketindan, Junni Fardiana, ada peserta yang tidak mengikuti sertifikasi yakni 2 orang dari Provinsi Bali, 1 orang sakit dan 1 orang lagi mengundurkan diri. Sedangkan dari Provinsi Jawa Timur 2 orang mengundurkan diri, 1 orang telah purna tugas dan 2 orang meninggal dunia. “Jadi ada tujuh orang tidak mengikuti sertifikasi kompetensi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor mengatakan, rangkaian sertifikasi kompetensi bagi THL-TBPP menjadi calon PPPK berjalan dengan lancar sejak gelombang I. Diikuti THL-TBPP dari Provinsi Bali sejumlah 2 angkatan, sedangkan gelombang II diikuti dari beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan total 10 angkatan.

“Kami berharap dengan hasil sertifikasi ini akan membangun spirit dan meningkatkan kepercayaan diri dari penyuluh pertanian dalam mendampingi dan mengawal petani binaannya," ujar Sumardi Noor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa, Kementerian Pertanian melakukan sertifikasi kompetensi untuk 4.900 THL-TBPP calon ASN PPPK dari lulusan SMK Pertanian/SLTA non Bidang Pertanian dan sederajat, DII serta DIII, sampai S1 yang tidak linier rumpun pertanian. Sertifikasi ini dilakukan 3-16 November 2020.

Sertifikasi kompetensi penyuluh ini meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Proses sertifikasi dilakukan sesuai aturan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan metode portofolio bagi peserta yang memiliki data dukung sesuai dengan unit kompetensi yang diujikan dan uji kompetensi bagi peserta yang tidak memiliki data dukung unit kompetensi yang diujikan.

Salah satu asesor dari kegiatan ini, Nurlela mengatakan, dengan selesainya sertifikasi kompetensi ini diharapkan bisa memberi warna baru bari seluruh asesi setelah melaksanakan rangkaian sertifikasi. “Masih banyak yang harus diperbaiki dari sekian banyak yang diberikan. Untuk selanjutnya agar menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah menegaskan, penyuluh pertanian sebagai tombak pembangunan pertanian. Karena itu mereka perlu didorong melalui pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja atau PPPK,” tegas SYL atas keseriusan Kementerian Pertanian untuk melakukan sertifikasi tersebut.

 

 

Reporter : Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018