Friday, 22 January 2021


Kuasai IT dan Terbuka akan Inovasi, Kunci Kostratani BPP Gebang

24 Nov 2020, 07:26 WIBEditor : Gesha

Pelatihan Drone di BPP Gebang Cirebon | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Cirebon --- Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) sudah berjalan di Jawa Barat, salah satu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang menjadi model Kostratani unggulan ada di Kabupaten Cirebon yaitu BPP Gebang.Meskipun tidak lagi milenial, penyuluhnya mampu menguasai IT dan terbuka akan inovasi. 

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gebang  direkomendasikan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian menjadi role model Kostratani karena adaptif terhadap modernisasi pertanian. Selain berbasis teknologi informasi (IT) terhubung ke pusat data pertanian di Jakarta, Agriculture War Room (AWR), BPP Gebang juga dinilai telah melaksanakan lima tugas, fungsi dan peran BPP KostraTani.

Dihubungi langsung oleh tabloidsinartani.com melalui aplikasi zoom meeting, Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Gebang, Hj. Juariah menuturkan predikat role model tersebut tentunya berkat kerja keras bersama insan pertanian, terutama tenaga penyuluh pertanian di BPP Gebang Cirebon yang mampu menguasai IT dalam kegiatan penyuluhannya dan terbuka dengan inovasi teknologi.

Dengan tenaga penyuluh sebanyak 14 orang yang terdiri dari 6 orang PNS dan 8 orang THL TBPP yang kini akan diangkat menjadi PPPK, BPP Gebang ini memiliki 2 kecamatan sebagai wilayah kerja yaitu Kecamatan Babakan dan Kecamatan Gebang.

“Di Gebang ada 13 desa, di Babakan ada 14 Desa. Dengan luas baku sawah masing-masing adalah 2833,4 hektar (Kecamatan Gebang) dan 2169,61 hektar (Kecamatan Babakan),” beber Juju, sapaan akrab  Juariah.

Dalam melakukan kegiatan penyuluhan, Juju menuturkan penyuluh di BPP Gebang sudah memiliki trik dan tips jitu yaitu dengan pendekatan secara personal kepada petani-petani tersebut. “Dalam proses penyuluhan pastinya ada kendala, tetapi penyuluh BPP Gebang tahan banting, ganti siasat. Contohnya dalam mengajak petani memiliki kartu tani, ada beberapa yang kesulitan karena tidak memilliki KTP. Begitupula dalam penerapan teknologi. Penyuluh harus bisa memutar otak agar petani mau dan tertarik dalam menggunakan teknologi tersebut,” tuturnya.

Partisipasi Petani

Setidaknya ada 3 komoditas unggulan yang menjadi fokus utama penyuluhan dari BPP Gebang ini, yaitu padi, jagung manis dan bawang merah. Hasil produksi ketiganya pun tergolong memuaskan karena partisipasi aktif dari penyuluh yang selalu setia mendampingi petani.

“Produktivitas padi misalnya, rata-rata kita 6,56 ton per hektarnya. Tetapi kemarin program adaptasi teknologi dari Program SIMURP kita bisa mencapai 8,4 ton/hektar. Sedangkan untuk produktivitas jagung manis dan bawang merah, rata-rata bisa mencapai 10-12 ton per hektarnya dalam satu musim tanam,” ungkap salah satu penyuluh pertanian BPP Gebang, Indra Lesmana menambahkan. 

BPP Gebang juga menjadi salah satu BPP yang sempat diperkenalkan BPPSDMP dengan teknologi drone untuk pengumpulan dan updating data pertanian di tingkat kecamatan yaitu luas baku lahan, luas tanam, produksi, luas panen, produktivitas, produksi, pengolahan hasil dan pemasaran, alat mesin pertanian (Alsintan) pra panen dan pasca panen produk per komoditas.

Share data tersebut dilakukan melalui koneksi online langsung dari drone atau ke smartphone, computer processor unit (CPU), laptop dan monitor LCD didukung jaringan internet maupun wireless fidelity (WiFi) dengan user BPP Kostratani hingga Kostrawil (Provinsi) dan Kostranas (Kementan).

Penyuluh mulai dilatih dari pengenalan drone, cara pengoperasian drone, serta teknik mengaktifkan aplikasi, dan teknik perawatan drone. Termasuk menggunakan aplikasi di Android untuk melaporkan kondisi nyata perkembangan pertanian di kawasan masing-masing.

Penyuluh BPP Gebang sendiri mengakui sudah memahami proses pengambilan data pertanian melalui drone dan updatingnya melalui aplikasinya. Hanya saja, penyuluh BPP Gebang masih menunggu bantuan drone yang dijanjikan Kementan.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018