Friday, 22 January 2021


Intip Cara BPP Gebang Jalankan Fungsi Kostratani

24 Nov 2020, 07:34 WIBEditor : Gesha

Penyuluh BPP Gebang bersama petani, Koordinator Penyuluh BPP Gebang, Hj.Juariah (tengah berjilbab) | Sumber Foto:BPP Gebang

TABLOIDSINARTANI.COM, Cirebon --- Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gebang di Cirebon menjadi salah satu contoh model BPP yang sudah menjalankan lima peran Kostratani. Bagaimanakah caranya BPP Gebang?

Dihubungi langsung oleh tabloidsinartani.com melalui aplikasi zoom meeting, Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Gebang, Hj. Juariah mengatakan BPP Gebang Cirebon dinilai telah melaksanakan lima tugas, fungsi dan peran BPP KostraTani.

Mulai dari sebagai pusat data dan informasi pertanian yaitu dengan terinputnya dan terupdatenya  semua data dan informasi langsung melalui aplikasi Laporan Utama yang langsung menembus AWR Kementan, termasuk data dan informasi penyuluhan melalui aplikasi Simluhtan juga selalu diupdate oleh admin BPP Gebang.

“Kita juga selalu rutin memasok berita kegiatan kami maupun informasi pertanian melalui cyber extention. Bahkan e-RDKK kami selalu update, termasuk wilayah perkebunan juga sudah kami masukkan E-RDKK,” tambah Juju.

Dari segi Gerakan pembangunan pertanian, BPP Gebang selalu membuat programa penyuluhan dan terlaksana dengan baik. Di setiap awal musim tanam, penyuluh  BPP Gebang dengan aktif melakukan penyuluhan di desa-desa di wilayah kerjanya.

“Dulu, petani susah sekali diajak untuk ikut melakukan jajar legowo, belum terbiasa. Tetapi dengan pendekatan personal, dicontohkan. Sekarang mereka mau. Bahkan mekanisasi juga sudah mulai digunakan petani, mulai dari olah tanah menggunakan traktor, saat panen juga menggunakan combine harvester,” jelas Juju.

Setidaknya ada 3 komoditas unggulan yang menjadi fokus utama penyuluhan dari BPP Gebang ini, yaitu padi, jagung manis dan bawang merah. Hasil produksi ketiganya pun tergolong memuaskan karena partisipasi aktif dari penyuluh yang selalu setia mendampingi petani.

Dengan kesabaran dan inovasi penyuluh, serta partisipasi petani ditambah mekanisasi modern, kini luasan panen di Kecamatan Gebang dan Kecamatan Babakan menjadi meningkat. Bahkan IP pertanaman dari 2 menjadi 3 dalam setahun sehingga lahan petani tidak ada waktu bera atau dibiarkan tidak produktif.

Dari segi pembelajaran pertanian, BPP Gebang melaksanakan demplot VUB padi. Menariknya, jika selama ini kegiatan penyuluhan terganjal dana dalam kegiatan demplot, BPP Gebang  justru mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten hingga provinsi, terlihat dari 7 unit demplot dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat. Bahkan beberapa diantaranya juga menjadi demplot dari program SIMURP yaitu program optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif.

Tak hanya demplot kerjasama, BPP Gebang juga memiliki 3 bentuk demplot mandiri yang terdiri dari demplot pertanian pangan (lahan sawah percontohan), demplot horti berupa rumah bibit BPP hingga demplot perikanan yang diisi dengan benih dan pembesaran ikan nila.

Konsultasi dan Jejaring Kemitraan

Sebagai pusat konsultasi Agribisnis, BPP Gebang juga memiliki klinik agribisnis yang  bekerjasama bersama kios pertanian, sehingga petani yang mengalami kesulitan atau kendala dalam budidayanya bisa langsung berkonsultasi dengan penyuluh.  Begitupula dalam menyusun programa penyuluhan, BPP Gebang kerap berkonsultasi dengan petani binaan untuk mengetahui informasi atau inovasi pertanian yang dibutuhkan masyarakat.

BPP Gebang juga menjadi pusat jejaring kemitraan dari insan pertanian di Kecamatan Gebang dan Babakan, Kabupaten Cirebon. Mulai dari kemitraan dengan formulator pestisida yang selalu ada di kios pertanian hingga adanya petugas Informasi Pasar (PIP) yang senantiasa hadir di BPP sehingga petani bersama BPP Gebang dapat mengetahui kondisi harga pasar dari komoditas mereka.

“Kita juga memangkas rantai distribusi pemasaran dari jagung manis melalui kemitraan dengan pengepul sehingga petani bisa langsung memasarkannya kepada pengepul untuk kemudian dipasarkan langsung ke Jakarta. Habis panen, langsung pasar karena jagung manis memang harus langsung dipasarkan jika disimpan malah jelek kualitasnya. Untuk sisa batang dan limbah jagung lainnya biasa digunakan untuk pakan ternak,” beber Juju.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018