Friday, 22 January 2021


BPP Srono Banyuwangi Dampingi Milenial Terjun ke Pertanian

25 Nov 2020, 12:48 WIBEditor : Yulianto

Pelatihan petani muda di BPP Srono, Banyuwangi | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuwangi---Tidak bisa dipungkiri minat generasi  muda untuk terjun di bidang pertanian  masih tergolong rendah. Banyak lulusan Fakultas Pertanian justru memilih bidang kerja di luar pertanian. Ini merupakan pekerjaan rumah semua pihak bagaimana menggugah kembali rasa cinta generasi muda pada pertanian.

Pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda. Mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

Untuk menggaet generasi mudah, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melakukan berbagai upaya. Antara lain melalui berbagai pelatihan khusus generasi milenial. Seperti, pelatihan budidaya tanaman hortikultura, pelatihan pembuatan pupuk organik, pelatihan bagi operator unit pengelola jasa alsintan (UPJA) dan juga pelatihan pengolahan hasil pertanian.

Bahkan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) telah dilakukan pendampingan kepada petani muda atau generasi milenial yang mau terjun ke dunia pertanian. BPP Srono sebagai BPP Model Kostratani saat ini tengah melaksanakan pendampingan kepada petani hortikultura antara lain tomat, cabai rawit dan cabai merah besar.

“Pendampingan yang dilakukan secara intensif ini, bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi, sehingga dapat segera diatasi.  Apalagi BPP juga sebagai klinik agribisnis juga membantu memperluas jejaring kemitraan,” kata penyuluh BPP Srono, Feby Cahayaningrum.

BPP Srono telah mendorong petani di Desa Parijatah Kulon, agar bermitra dengan Bumdes setempat untuk membantu permodalan dan pemasaran cabai merah besar. Ini merupakan hal baru bagi Bumdes yang selama ini bergerak pada penyediaan sembako untuk masyarakat.

BPP Srono juga mendorong kemitraan yang saling menguntungkan antara gapoktan di Desa Parijatah Wetan dengan beberapa produsen pestisida. Selain kebutuhan saprodi dapat dipenuhi, pihak produsen pestisida juga berkewajiban untuk bekerjasama dengan penyuluh pertanian untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani muda.

Saat ini BPP Srono tengah menggandeng berbagai pihak dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai Kostratani. Diantaranya, bekerjasama dengan lembaga penelitian dan juga perguruan tinggi. Sebagai upaya menangani krisis petani, BPP Srono telah melakukan pengkaderan petani berasal dari mahasiswa yang akan lulus kuliah, dan terutama mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni.

Langkah ini diambil BPP Srono dengan harapan setelah lulus menjadi sarjana pertanian dan agen pertanian yang siap membangun potensi pertanian didesanya masing-masing.  Dengan adanya pendampingan dari penyuluh pertanian, petani muda tidak lagi merasa sendirian, sehingga tidak lagi pindah haluan ke bidang lain. “Penyuluh pertanian harus siap 24 jam sehari. 7 hari seminggu untuk mendampingi petani menuju pertanian yang mandiri dan modern,” ujar Feby.

Ke depan BPP akan terus mendorong munculnya munculnya kemitraan baru yang diharapkan mampu menjadi solusi untuk permasalahan petani. Dengan demikian, timbul kepercayaan dalam diri milenian bahwa petani adalah pekerjaan mulia sekaligus mensejahterakan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahawa, Kostratani sebagai pusat data dan informasi, juga pusat gerakan pembangunan pertanian. Kostratani juga menjadi pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sejak awal dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan dengan pengolahan menggunakan tehnik yang lebih modern. Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita.

Reporter : Feby Cahayaningrum/Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018