Sunday, 24 January 2021


Gebyar Kostrada Sidoarjo Menuju Pertanian Maju Mandiri Modern

28 Nov 2020, 09:35 WIBEditor : Yulianto

Pelantikan pengurus Kostratani dan KTNA di Sidoarjo | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidoarjo---Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) menjadi program pemerintah untuk menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Sedangkan di tingkat kabupaten ada pemerintah membentuk Kostrada.

Untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,  Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Gebyar Kostrada sekaligus pelantikan anggota Kostratani, Komisi Pengawasan Pupuk serta Pestisida (KP3) serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Kepengurusan Kostrada, Kostratani dan KP3 dilantik Sekda Sidoarjo Achmad Zaini. Sedangkan kepengurusan KTNA Sidoarjo dilantik Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih.

Pelantikan dihadiri Penanggung jawab pendampingan dan pengawalan program utama Kementerian Pertanian Kabupaten Sidoarjo yaitu Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Sumardi Noor, juga dari BPTP Karang Ploso Malang, Puspenerbal Juanda, Ternaknesia, serta Tanihub serta Komisi D DPRD Sidoarjo.

Sekda Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, keberadaan Kostratani menjadi salah satu penentu keberhasilan pembangunan pertanian di Kabupaten Sidoarjo. Namun. diperlukan koordinasi, sinergi, serta penyelarasan kegiatan pembangunan pertanian di kecamatan. 

Karena itu, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai Kostratani juga harus didukung dengan kelembagaan yang solid, ketenagaan yang profesional, serta penyelenggaraan fungsi penyuluhan yang berbasis IT. Hal tersebut diperlukan dalam rangka meningkatkan efisiensi serta efektifitas berusahatani.

“Kami harapkan produksi usaha pertanian akan mampu meningkatkan produktivitas, produksi, pendapatan serta kesejahteraan petani,” katanya.

Zaini menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan salah satunya ditentukan sarana produksi pertanian, terutama ketersediaan pupuk di tingkat petani. Pasalnya pupuk merupakan sarana produksi pokok yang diperlukan pelaku usahatani.

Untuk Zaini berharap, dalam penyediaan serta penyaluran pupuk bersubsidi pada petani harus sesuai dengan 6 tepat. Yakni tepat jenis, jumlah, mutu, waktu, sasaran serta harga.

Sementara itu, Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor menjelaskan, dalam penjenjangan Komando Strategi Pembangunan Pertanian, di tingkat pusat ada Kostratanas dengan Komandan Menteri Pertanian dan Ketua Harian adalah Kepala BPPSDMP. Di tingkat Provinsi disebut Kostrawil dengan komandan Gubernur dan Ketua Harian adalah Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan sekretariat adalah Kepala BPTP.

Sedangkan di tingkat kabupaten/kota disebut Kostrada dengan komandan Bupati/Walikota, dan Ketua Harian sekaligus Sekretariat adalah Kepala Dinas Pertanian Kab./Kota.  Di tingkat kecamatan disebut Kostratani dengan Komandan Camat, dan Ketua Harian sekaligus Sekretariat adalah Kepala BPP.

Gebyar Kostrada tersebut menindaklanjuti apa yang telah disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Gerakan Kostratani juga menjadi bagian dalam program kegiatan BPPSDMP, selain penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial, serta penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementan. 

Menurut Dedi, ada beberapa peran Kostratani yang harus dijalankan. Yaitu, sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Dedi juga menambahkan bahwa penguatan BPP Kostratani untuk mendukung gerakan pembangunan pertanian dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian, dan kolaborasi penyuluh pertanian dan petugas teknis fungsional lainnya. 

Sepeerti diketahui dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, pentingnya membangun hubungan baik dengan kementerian dan lembaga lain, termasuk pemerintah daerah untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.

Pertanian maju, mandiri dan modern adalah pertanian berbasis teknologi dengan kekuatan utama artificial intelligence. Pertanian maju selalu didukung dengan sistem mekanisasi yang kuat dan terstruktur dengan baik dan untuk ke depan kita tidak boleh lagi melakukan pertanian dengan alat tradisional.

Dalam mengelola pertanian tidak boleh salah hitung sebab persoalan pertanian menyangkut isi perut masyarakat Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa. Mengelola pertanian harus memiliki keyakinan dan tujuan pasti untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar global. 

 

Reporter : M. Abdul Aziz/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018