Sunday, 24 January 2021


Gubuk SIPINDO, Andalan SMKN 2 Rangkasbitung Pintar Beragribisnis

05 Jan 2021, 16:35 WIBEditor : Gesha

persiapan penanaman jagung ungu (Jantan) dan 2 warna (Rasanya) dari Cap Panah Merah (EWINDO) di Taman Baca atau Gubuk SIPINDO | Sumber Foto:Sudiarto

TABLOIDSINARTANI.COM, Lebak --- Menggali minat dan ketertarikan milenial Rangkasbitung khususnya siswa-siswi SMKN 2 Rangkasbitung akan dunia pertanian, PT. East West Seed Indonesia (EWINDO) membentuk Gubuk Sipindo. 

"Gubuk Sipindo merupakan tempat/ ataupun ruang untuk berkumpul yang representatif dengan lokasi strategis untuk banyak orang agar dapat saling bertemu dan berdialog maupun diskusi mengenai pertanian. Gubuk Sipindo juga dilengkapi pula dengan buku-buku bacaan terkait dengan agribisnis dan budidaya tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber referensi." ungkap Technical Field Officer atau Petugas Lapang untuk Program Sipindo Powered by SMARTseeds, Sudiarto kepada tabloidsinartani.com.

Gubuk Sipindo juga memberikan akses keterbukaan untuk umum yang ingin belajar dan mencari informasi tentang ilmu pertanian. Karenanya, Gubuk Sipindo yang berada di kebun SMKN 2 Rangkasbitung juga dikategorikan sebagai Perpustakaan Pertanian Umum.

Karenanya, siswa maupun umum bisa langsung mempraktekan pengolahan lahan, persemaian, perawatan tanaman, hingga pasca panen dengan baik karena didukung sumber referensi dan informasi yang mudah dan cepat diakses melalui Gubuk Sipindo. 

Tak hanya Gubuk Sipindo, SMKN 2 Rangkasbitung juga memiliki kebun percobaan yang menjadi lahan praktek siswa dalam mengaplikasikan agribisnis. Salah satunya membudidayakan jagung Rasanya dan Jantan dari Benih Cap Panah Merah (PT East West Seed Indonesia). Jagung Jantan merupakan singkatan dari Jagung Ketan Anti Oksidan, berwarna ungu pada kernel, rasa pulen dan ada rasa manis, potensi hasil 7 – 9 ton/ hektar, adaptif pada dataran rendah – tinggi, umur panen 65 hst.

Sedangkan jagung Rasanya merupakan jagung kombinasi 2 warna pada kernelnya yaitu putih dan ungu, rasa lebih lengket dan agak manis, potensi hasil 12 – 15 ton/ hektar, adaptif pada dataran rendah – tinggi, umur panen 65 hst. Kedua jenis jagung di atas memberikan nilai jual yang tinggi karena dari keunikan dan masih sedikit yang membudidayakan, sehingga peluang usaha tanaman jagung tersebut sangat luas.

"Semoga Gubuk Sipindo dan Kebun Percobaan SMKN 2 Rangkasbitung berkembang dengan baik untuk media belajar para siswa-siswinya dan milenial di Rangkasbitung secara umum sehingga dapat menciptakan generasi-generasi penerus atau pemuda millenials sukses dalam sektor pertanian di masa yang akan datang," harapnya.

Reporter : Echa/Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018